Anggota oposisi Libya menurunkan bendera hijau di Alun-alun Abu Salim di Tripoli, Jumat (26/8), saat Dewan Transisi Nasional mengumumkan pemindahan pemerintahan sementara dari Benghazi ke Tripoli. Pemerintahan oposisi berharap PBB segera memutuskan pencairan aset Libya untuk menjalankan pemerintahan meski orang kuat Libya, Moammar Khadafy, belum ditemukan. (AFP/PATRICK BAZ)
DEN HAAG, KOMPAS.com - Belanda mengakui Dewan Transisi Nasional (NTC) Libya sebagai wakil rakyat Libya, kata pemerintah Belanda, Jumat (26/8/2011). Dalam satu pernyataan, Belanda mengatakan,"NTC harus memastikan masa depan yang stabil dan aman bagi rakyat Libya. NTC sekarang harus memimpin jalan ke depan, tahap rekonstruksi pasca-konflik dan bentuk proses inklusif politik." Menurut media Belanda, aset-aser Libya yang dibekukan di negara itu dapat dialihkan ke NTC. Karena, sekarang Moammar Khadafy tidak lagi muncul dalam kontrol negara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang