Lebaran

H-2, Harga Daging Ayam Naik Rp 2.000 Per Kilogram

Kompas.com - 28/08/2011, 17:45 WIB

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com — Harga daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional Kota Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), naik seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen pada H-2 Idul Fitri 1432 H.

"Pada H-2 Lebaran ini, harga daging ayam potong naik menjadi Rp 30.000 per kilogram. Harga pada H-3 Lebaran atau Sabtu (27/8/2011) masih Rp 28.000 per kilogram," ujar Yudi, pedagang daging ayam potong di Pasar Pembangunan Pangkal Pinang, Minggu (28/8/2011).

Ia menjelaskan, kenaikan harga daging ayam potong disebabkan lonjakan permintaan konsumen karena daging ayam dibutuhkan untuk membuat aneka hidangan menyambut Lebaran, seperti opor ayam dan sup.

"Harga daging ayam menjelang Lebaran tahun ini tidak terlalu tinggi karena pasokan dari peternak lancar seiring dengan maraknya usaha peternakan ayam potong menjelang puasa Ramadhan 2011 dan saat ini sejumlah usaha ternak ayam tersebut sedang panen," ujarnya.

Menurut dia, diperkirakan harga daging ayam potong pada H-1 Lebaran masih akan bertahan karena stok ayam di pedagang mencukupi dan permintaan konsumen diperkirakan akan berkurang.

"Selain itu, pedagang yang menjual ayam petelur yang tidak produktif lagi juga banyak sehingga persaingan antarpedagang ayam cukup ketat karena minat konsumen untuk membeli ayam petelur cukup tinggi," ujarnya.

Wandi, pedagang daging ayam lain, mengatakan, dua hari menjelang Lebaran, kalangan ibu rumah tangga semakin ramai yang berbelanja, salah satunya membeli daging ayam potong.

"Namun, permintaan daging ayam potong tidak terlalu besar karena sebagian konsumen banyak yang beralih membeli ayam petelur yang dipasok dari Palembang (Sumatera Selatan)," ujanya.

Ia mengatakan, diperkirakan harga daging ayam potong sehari menjelang Lebaran masih akan bertahan Rp 30.000 per kilogram.

"Pedagang daging ayam potong belum berani menaikkan lagi harga karena ditakutkan stok yang ada tidak akan laku terjual. Jika harga ayam pedaging kembali naik, pelanggan lari membeli ayam petelur yang harganya cukup murah, yaitu Rp 40.000-Rp 45.000 per ekor dengan berat ayam 1,5-2 kilogram," ujarnya.

Yuni, pembeli, mengatakan, harga daging ayam potong menjelang Lebaran tahun ini cukup murah jika dibandingkan dengan Lebaran tahun lalu, yang harga tertingginya mencapai Rp 38.000 per kilogram.

"Saya sengaja membeli daging ayam sebanyak 3 kilogram karena dibutuhkan untuk membuat opor ayam untuk disajikan bersamaan dengan ketupat Lebaran," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau