Arus mudik

Lolos dari Prupuk, Macet di Karang Sawah

Kompas.com - 29/08/2011, 09:42 WIB

BUMIAYU, KOMPAS.com Para pemudik yang menuju ke Purwokerto atau Yogyakarta dari arah Pejagan harus ekstrasabar. Kemacetan pada H-1 Lebaran atau Senin (29/8/2011) pagi ini tak berkurang, malah cenderung makin parah di beberapa ruas jalan di jalur tengah Jawa Tengah.

Setelah terjebak macet hampir empat jam sekeluarnya dari pintu Tol Pejagan menuju pelintasan kereta api Prupuk, pemudik kembali dihadang macet di Karang Sawah, Bumiayu, Kabupaten Brebes.

Di dekat Karang Sawah terdapat satu pelintasan kereta api dan jalan menanjak berliku yang beberapa waktu lalu mengalami longsor serta membuat jalur tengah di Pulau Jawa ini terputus. Kemacetan di Karang Sawah tak terurai akibat kelakuan pemudik yang saling serobot jalan dari sisi kanan, sedangkan volume kendaraan dari arah sebaliknya atau yang menuju Jakarta juga sangat banyak.

Seperti halnya kemacetan di pelintasan kereta api Prupuk yang membuat ribuan kendaraan tak bergerak karena tak ada satu pun petugas lalu lintas yang mencoba mengurainya, kemacetan di Karang Sawah juga demikian. Tak tampak polisi lalu lintas meski kelakuan para pengendara yang ingin segera sampai ke kampung halamannya itu banyak yang tak taat tertib lalu lintas.

Yang membuat banyak pemudik tak sabar adalah jarak dari satu titik kemacetan ke titik lainnya begitu dekat. Adapun jarak Prupuk-Karang Sawah kurang dari 10 kilometer.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau