Jauhkan Anak dari Jendela Tinggi

Kompas.com - 29/08/2011, 14:40 WIB

KOMPAS.com - Bagi anda para orang tua yang mempunyai anak balita, sebisa mungkin jauhkan anak Anda dari kaca jendela rumah. Apalagi kalau jendela tersebut dapat dengan mudah dijangkau oleh anak.

Menurut sebuah studi nasional di Amerika Serikat, lebih dari 5.100 anak di Amerika harus dilarikan ke rumah sakit setelah jatuh dari jendela. Dan seperempat dari mereka mengalami masalah yang cukup serius.

"Kami terus memperhatikan masalah ini, terutama pada anak-anak kecil, meskipun pada kenyataaannya kita semua tahu bagaimana mencegahnya," kata Dr Gary Smith, yang mengepalai Pusat Penelitian Cidera di Nationwide Children Hospital, Columbus, Ohio.

Smith mengatakan, secara statistik balita menempati urutan teratas paling banyak mengalami cidera(dua-pertiga dari semua kasus). Ia beranggapan, hal itu mungkin dilatarbelakangi oleh rasa ingin tahu anak, ketidak mengertian adanya bahaya, dan punya pusat gravitasi yang tinggi.

"Saat mereka membungkuk, tingginya pusat gravitasi akan membuat mereka roboh dan hampir selalu bagian kepala terlebih dahulu yang menghantam tanah," ucapnya

Hampir separuh anak-anak mengalami cidera pada bagian kepala atau wajah, tapi hanya dua dari 1.000 kasus yang berakibat fatal. Untuk mencegah agar kejadian seperti ini tidak kembali terulang, Smith mengimbau supaya para orang tua memastikan bahwa anak-anak mereka tidak memiliki akses untuk menjangkau jendela.

Gagasan lainnya adalah dengan memasang penyekat jendela. Di New York misalnya, sudah ada sebuah peraturan yang mewajibkan seluruh apartemen untuk memasang alat penyekat jendela, khususnya untuk mereka yang mempunyai anak di bawah usia 11 tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau