Kecelakaan bus

Sopir Bus "Maut" Melarikan Diri

Kompas.com - 29/08/2011, 19:13 WIB

CILACAP, KOMPAS.com — Pengemudi bus Budiman dengan nomor polisi Z 7547 HB melarikan diri sehingga hingga kini belum diketahui identitasnya. Sopir bus "maut" ini diduga mengemudikan bus secara ugal-ugalan sehingga akhirnya berujung pada peristiwa kecelakaan di ruas Majenang-Wanareja, Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Kepala Kepolisian Sektor Majenang Ajun Komisaris Sartono, Senin (29/8/2011), saat dikonfirmasi, membenarkan keberadaan sopir belum diketahui. "Sopir ini melarikan diri saat evakuasi. Saat ini keberadaannya masih dalam pencarian aparat kepolisian," katanya.

Bus Budiman  jurusan Bandung-Karangpucung yang mengangkut 55 pemudik terjun ke jurang sedalam 5 meter lalu terguling dan terbakar. Peristiwa ini menyebabkan 1 orang meninggal dan puluhan penumpang luka-luka.

Kecelakaan tersebut berawal saat bus berusaha menghindari penyeberang jalan, yakni seorang nenek bernama Saini (65), warga Desa Adimulya, Kecamatan Wanareja, Cilacap. Dia pun akhirnya tewas terlindas bus.

Persitiwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Bus melaju dari Bandung menuju Karangpucung. Saat melintas di tempat kejadian, ada nenek yang menyeberang jalan, sehingga bus berusaha menghindari dengan mengarahkan kendaraan ke kiri jalan.

Namun karena jarak yang terlalu dekat, nenek yang menyeberang jalan tadi tetap tertabrak, Bus lantas tetap melaju dan akhirnya masuk ke jurang sedalam lima meter, lalu terguling-guling. Sekitar 55 penumpang pemudik berteriak karena panik.

Warga sekitar lantas berdatangan untuk menolong. Setelah semua berhasil dievakuasi bus terbakar hingga tinggal kerangkanya saja. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau