Motogp

Harapan Lorenzo untuk Pertahankan Gelar Kian Tipis

Kompas.com - 29/08/2011, 20:31 WIB

INDIANAPOLIS, Kompas.com - Harapan Jorge Lorenzo untuk mempertahankan gelar juara dunia MotoGP kian tipis. Hasil buruk di GP Indianapolis, Minggu (28/8/11) sore atau Senin (29/8/11) dini hari WIB, membuat pebalap Yamaha tersebut kian jauh tertinggal dari rivalnya dari tim Repsol Honda, Casey Stoner, yang memenangi seri ke-12 itu.

Alih-alih bisa memangkas jarak dengan Stoner, Lorenzo kini terpaut 44 poin, karena hanya finis di urutan empat pada balapan di Indy. Sedangkan Stoner, yang pada awal lomba sempat melorot dua strip meskipun start dari pole position, mengakhiri balapan dengan sangat fantastis karena nyaris tak ada yang bisa menandinginya.

Daya cengkeram ban depan menjadi faktor utama yang membuat Lorenzo tampil buruk selama 28 lap. Padahal, di awal lomba dia sempat bertarung untuk memperebutkan podium nomor satu, karena sudah mengalahkan Stoner dan bersaing dengan Dani Pedrosa.

Apa daya, Lorenzo harus menerima kenyataan pahit tersebut. Mulai pertengahan balapan, performa motornya semakin menurun sehingga dia bukan hanya jauh tertinggal dari Stoner dan Pedrosa, tetapi malah dilibas rekan setimnya di Yamaha, Ben Spies, yang akhirnya berhak menempati peringkat tiga.

Dengan tiga kemenangan beruntun dari total tujuh kemenangan selama musim 2011, Stoner semakin dekat dengan gelar juara dunia. Mengenai kenyataan ini, Lorenzo mengatakan: "Saya sangat kecewa. Kami melihat begitu banyak pebalap yang mengalami persoalan pada pekan ini dengan ban depan. (Marco) Simoncelli harus menurunkan kecepatannya, lebih dari yang kami alami, dan Valentino (Rossi) tidak pernah bisa cepat.

"Banyak pebalap menghadapi persoalan dan yang lainnya mendapat rasa yang bagus pada bagian depan dan tidak menghadapi persoalan mengenai kondisi lintasan. Memang sulit untuk memahami, tetapi nyatanya seperti ini. Semoga pada trek-trek berikutnya ada yang berbeda, karena aspalnya pun berbeda."

Lorenzo menambahkan, dia sempat berharap perubahan pada pengesetan motornya akan banyak membantu memecahkan persoalan yang dihadapi. Sayang, semua itu tak sesuai skenario.

"Kami berharap bisa memecahkan persoalan menyangkut gelombang di lintasan, tetapi saya tidak memiliki traksi. Ketika saya melakukan pemanasan, saya mendapatkan banyak traksi dibandingkan kualifikasi, sehingga saya sangat optimistis bahwa kami sudah memecahkan persoalan ini. Tetapi persoalan mulai muncul pada lap ketujuh dan saya tidak bisa melakukan apapun.

"Ini memalukan; saya berpikir bisa memangkas gap dengan Casey di Indy, tetapi sejak latihan pertama saya sudah mendapatkan banyak masalah mengenai aspal dan roda depan. Saya melihat tiga pebalap lain yang berada di depan, dan ban mereka sempurna.

"Saya tidak tahu jika itu karena trek dan bukan cuma saya yang mengutarakan keberatan. Sekarang kompetisinya bertambah rumit."

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau