JAKARTA, KOMPAS.com — Korban Tewas dalam musibah tenggelamnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Windu Karsa di sekitar Pulau Lambasina, Kolaka, Sulawesi Tenggara, bertambah satu orang. Dengan demikian, total jumlah korban tewas hingga saat ini menjadi 10 orang.
"Laporan yang masuk hingga malam (Senin, 29/8/2011), ada satu lagi korban yang dievakuasi tim SAR," ungkap Agolo dari bagian Humas Badan SAR Nasional di Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu tahun 2011, Jalan Medan Merdeka Barat No 8, Jakarta Pusat, Selasa (30/8/2011).
Dengan demikian, jumlah korban yang masih dalam pencarian sebanyak 26 orang. Sebelumnya, korban yang telah berhasil diselamatkan sebanyak 95 orang.
KMP Windu Karsa berangkat dari Pelabuhan Bajoe pada 26 Agustus 2011 pukul 14.25 wita dengan tujuan Pelabuhan Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Kapal jenis ro-ro dengan tonase bersih 1.376 ton itu disebutkan mengalami musibah dengan dugaan penyebabnya adalah angin kencang yang berkecepatan 20 knot.
Namun, hal itu disangsikan Agolo. Ia menduga ada unsur muatan yang berlebihan yang turut menjadi penyebab. "Di POB (jumlah penumpang berangkat) katanya ada 105 orang. Setelah dievakuasi ternyata jauh lebih banyak," tutur Agolo.
Berdasarkan data manifes kapal, terdapat 105 orang dalam KMP Windu Karsa, dengan perincian 56 penumpang umum, 20 sopir, 8 siswa tugas belajar, dan 21 awak kapal.
Jumlah tersebut tidak cocok dengan hasil evakuasi sejauh ini. Data terakhir menyebutkan sebanyak 95 korban selamat, 10 korban tewas, dan 26 korban yang dinyatakan masih dalam pencarian.
Tim SAR sendiri telah mengerahkan tim dari Pos SAR Kolaka dan Kantor SAR Kendari untuk melakukan operasi penyelamatan. Tim evakuasi juga mendapat helikopter bantuan dari PMI untuk membantu tugboat bantuan Basarnas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang