Lebaran 2011

Wow, Meriam Ramaikan Ramadhan

Kompas.com - 30/08/2011, 18:48 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com - Festival Meriam Karibut resmi dibuka pada Senin (29/8/2011) oleh Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Walaupun, pemerintah pusat menetapkan Idul Fitri 1438 H jatuh pada Rabu, 31 Agustus 2011.

Festival Meriam Karbit diadakan dua tahun sekali saat menyambut Idul Fitri. Pada tahun ini, festival diikuti 34 kelompok pada 50 titik dengan jumlah 279 meriam.

Festival tersebut dibuka Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi, di salah satu lokasi permainan meriam karbit di Gang Garuda, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Pontianak Tenggara.

Ia mengatakan sejarah berdirinya Kota Pontianak tidak terlepas dari berdirinya Kesultanan Kadriyah yang diawali dengan membunyikan meriam. Meriam dibunyikan untuk mengusir hantu-hantu yang ada di kota tersebut.

"Semoga saja ikon ini tidak hanya dinikmati oleh masyarakat Kota Pontianak, tetapi juga wisatawan mancanegara," katanya.

Menurutnya, beberapa hari ini sudah banyak pengunjung yang datang untuk menonton meriam karbit. Ia berharap pariwisata Kota Pontianak semakin baik.

Ia menambahkan, pada 23 Oktober mendatang, bertepatan dengan hari jadi Kota Pontianak. Oleh karena itu, lanjutnya, warga di pinggiran Sungai Kapuas dapat kembali bermain meriam karbit.

Menurut Ketua Forum Meriam Karbit Kota Pontianak, Syaiful Anhar, tradisi membunyikan meriam berkaitan dengan berdirinya kota Pontianak pada 23 Oktober 1771 atau 14 Radjab 1185 H.

Saat ini tradisi membunyikan meriam selain untuk melestarikan budaya leluhur juga untuk mengundang wisatawan agar berkunjung ke Pontianak.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kota yang sudah mempertahankan tradisi ini dan menjadikannya sebagai objek pariwisata," katanya.

Ia menambahkan melalui perhatian serius dari pemerintah kota dan masyarakat setempat, kini Sungai Kapuas menjadi suatu bagian objek wisata andalan yang dapat dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara.

Festival tersebut akan berlangsung tiga hari, yakni sehari sebelum Lebaran dan dua hari setelah Lebaran. Pesertanya merupakan warga di pinggiran Sungai Kapuas. Meriam karbit terbuat dari bahan kayu keras dengan diameter rata-rata 30 sentimeter dan panjang 4-6 meter.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau