KOMPAS.com - Pascaempasan badai Irene, New York membutuhkan banyak darah. Lantaran itulah, Wali Kota New York Michael Bloomberg mengimbau warganya berlomba-lomba mendonorkan darah. "Ini bagian dari pemulihan akibat badai tersebut," katanya sebagaimana warta Xinhua pada Selasa (30/8/2011).
Pusat Darah New York memberikan catatan soal kebutuhan tersebut. Lantaran terhentinya pasokan listrik di kota itu, 2.000 kantung darah rusak. Makanya, kebutuhan darah menjadi hal mendesak. Bahkan untuk semua golongan. "Kebutuhan utama adalah golongan darah O dengan resus negatif (O-)," kata Bloomberg.
Lebih lanjut, Bloomberg menambahkan kalau dirinya sudah mendonorkan darahnya di Gedung Met Life di Midtown. "Sudah waktunya bagi warga New York untuk saling memberikan pertolongan. Kami meminta hal ini untuk menyelamatkan banyak kehidupan," tutur Bloomberg menekankan.
Pusat Darah New York sejak 1964 memasok kebutuhan darah bagi sekitar 200 rumah sakit di kota itu. Lembaga nirlaba yang termasuk terbesar di Negeri Uwak Sam itu melayani 20 juta penduduk kawasan New York dan sekitarnya.