Irene Tinggalkan Penderitaan

Kompas.com - 01/09/2011, 02:32 WIB

Washington, Kamis - Topan Irene yang melanda pantai timur AS telah melemah, tetapi menyisakan penderitaan bagi ribuan warga di pantai yang dilaluinya. Hampir 50 orang tewas dan banyak infrastruktur vital rusak.

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, Rabu (31/8), mengatakan, negara bagian North Carolina dan New York yang terparah dihantam topan Irene. Badai yang membawa hujan teramat lebat itu menyebabkan bencana banjir yang luas di wilayah pantai timur AS.

Menurut Obama, dana federal akan dialokasikan sesuai kebutuhan di dua negara bagian itu. Irene, yang sejak akhir pekan lalu melanda pantai timur, telah menyebabkan banjir bandang meski kekuatannya melemah saat memasuki Kanada, Selasa.

Jumlah korban tewas akibat badai ini hingga Rabu mencapai 49 orang. Sebanyak 44 korban di antaranya berada di pantai timur AS. Lima orang lagi tewas di Dominika dan Haiti. Tidak ada laporan tewas di Bahama meski negara itu juga langsung terhantam pusat topan.

Hingga Rabu WIB, ribuan orang masih terisolasi akibat banjir di sejumlah kota di Vermont, New Jersey, dan New York. Di kota-kota AS, termasuk juga di New England, banyak korban masih berjuang menghadapi banjir bandang. Semua jaringan jalan, jembatan, air bersih, dan listrik di tempat itu hancur. Jutaan warga menderita.

Dua hari setelah badai berlalu, ribuan keluarga menunggu dengan cemas suplai makanan dan air di kota yang masih dilanda banjir. Jalan raya utama ke Wilmington, Vermont, tersumbat lumpur. Topan Irene mengubah jalan menjadi kubangan lumpur sedalam 21 sentimeter.

Di North Carolina hingga Maine, warga sudah mulai membersihkan permukiman mereka dari lumpur, sampah, dan puing bangunan. Namun, lebih dari 2,5 juta warga North Carolina hidup tanpa listrik. Sebagian korban bencana masih kesulitan mendapatkan pangan dan air bersih.

Presiden Obama mengirimkan pejabat senior untuk menyurvei seberapa parah kerusakan akibat sapuan badai Irene, yang diikuti hujan lebat dan banjir bandang. Tim penyelamat dengan memakai perahu karet dikerahkan untuk mengevakuasi korban, dengan prioritas pada keselamatan anak-anak dan orang tua.

Kurang darah

Wali Kota New York Michael Bloomberg mengaku kekurangan stok darah. Ia menyerukan agar warganya berlomba-lomba mendonorkan darah. ”Ini bagian dari pemulihan akibat badai itu,” katanya seperti dirilis Xinhua.

Sekitar 2.000 kantong darah di Pusat Darah New York rusak akibat suplai listrik terputus. Golongan darah O dengan resus negatif paling dibutuhkan. Obama mengatakan, diperlukan waktu cukup lama untuk pemulihan pascatopan yang terburuk dalam empat dekade itu.

Irene telah membuat sebagian warga kesulitan pasokan bahan bakar. Sebab, beberapa kilang dan terminal mengurangi produksi atau ditutup sama sekali karena kerusakan parah. Pantai timur dapat menangani pengurangan pasokan bahan bakar dalam beberapa minggu mendatang, dan pedagang bertaruh bahwa harga minyak dan bensin akan naik.

Sementara itu, badai tropis Katia menguat di Atlantik. Besar kemungkinan akan bergerak ke AS lagi. China dan Filipina juga dilanda badai tropis Nanmadol. Korban tewas akibat Nanmadol di Filipina mencapai 25 orang. Benito Ramos, seorang petugas mengatakan, 12 orang lainnya hilang dan 30 orang terluka.

(AP/AFP/REUTERS/CAL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau