Pilkada papua barat

Anggota KPU dan Panwas Perlu Diganti

Kompas.com - 01/09/2011, 03:05 WIB

Manokwari, Kompas - Pasca-putusan Mahkamah Konstitusi yang memerintahkan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Papua Barat 2011 diulang, pihak penggugat hasil pilkada itu meminta semua anggota Komisi Pemilihan Umum dan Panitia Pengawas Provinsi Papua Barat diganti dengan orang baru.

Penggantian anggota KPU dan Panwas Papua Barat perlu dilakukan untuk menjaga netralitas dan independensi ketika pilkada ulang berlangsung.

Hal ini disampaikan oleh pihak penggugat yang juga pasangan calon pada pilkada Papua Barat, yakni pasangan Dominggus Mandacan-Origenes Nauw, GC Auparay-Hasan Ombaier, dan Wahidin Puarada-Herman DP Orisoe, Senin (29/8). Ketiga pasangan tersebut tergabung dalam Koalisi Suara Kebenaran.

Sekretaris tim sukses pasangan Dominggus Mandacan-Origenes Nauw, Dance Bleskadit, menyatakan, kelima anggota KPU Papua Barat perlu diganti karena dinilai melakukan kecurangan dan secara terstruktur memenangkan pasangan calon petahana (incumbent). ”KPU Papua Barat telah melakukan konspirasi politik dengan kandidat incumbent sehingga hak-hak politik kami dirampas,” tutur Dance.

Menurut ketua tim sukses Auparay-Hasan Ombaier, Steven Iwanggin, penggantian KPU dan Panwas sudah disampaikan kepada KPU Pusat dan Badan Pengawas Pemilu, tetapi hingga kini belum ada jawabannya.

Menanggapi hal itu, Filep Wamafma dari Divisi Hukum KPU Papua Barat menyatakan, anggota KPU tak bisa langsung diganti karena ada prosedur pemberhentian anggota KPU, tidak bisa atas kehendak pribadi atau golongan.

Dalam amar putusan MK yang dikeluarkan pada pekan lalu, MK mengabulkan permintaan penggugat dan membatalkan hasil pilkada Papua Barat. Pilkada diulang mulai tahapan kampanye dan pemungutan suara. (tht)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau