Jakarta, Kompas
”Sekjen (Sekretaris Jenderal) AFC Alex Soosay mengingatkan bahwa FIFA telah menegur Amerika dan Australia supaya menjalankan kompetisi sesuai dengan aturan,” ujar Ketua Komite Kompetisi PSSI Sihar Sitorus dalam acara buka puasa bersama di Kompas, Jumat (26/8).
Sihar menegaskan, kompetisi dua wilayah terpaksa ditempuh karena peserta kompetisi baru mulai mandiri. Mereka tak lagi menyusu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dengan sistem dua wilayah, klub bisa berhemat biaya operasional laga tandang, sekaligus bisa menghadirkan banyak klub peserta liga, dan menjaring lebih banyak bibit muda.
”Kami harap di akhir kompetisi musim pertama ada klub yang untung. Ini akan menjadi fondasi untuk kompetisi selanjutnya supaya bisa mandiri secara finansial dan siap mengikuti kompetisi satu wilayah,” ujar Sihar.
Direktur Kompetisi AFC Suzuki Tokuaki dalam workshop asistensi klub profesional di Jakarta menegaskan, lima kriteria klub profesional, yaitu legal, finansial, infrastruktur, sumber daya manusia dan sporting, harus dipenuhi atau Indonesia tidak bisa tampil di Liga Champions Asia pada 2012, 2013, dan 2014.
Beberapa klub yang kurang dikenal kiprahnya di level nasional, seperti PS Bengkulu dan PSCS Cilacap, menurut Sihar, bisa lolos ke Level 1 karena akumulasi nilai kelima aspek itu, lebih tinggi dibandingkan klub lain yang berada di Level 2.
Sihar menegaskan, daftar klub peserta kompetisi profesional masih akan diverifikasi ulang oleh AFC. AFC berhak menilai kelayakan klub sebagai peserta kompetisi profesional. PSSI akan melaporkan data ke AFC pada 5 September.