Liga indonesia

Kompetisi Dua Wilayah Ditarget Tiga Musim

Kompas.com - 01/09/2011, 03:15 WIB

Jakarta, Kompas - PSSI menargetkan kompetisi profesional kasta tertinggi atau Level 1 yang dibagi dalam dua wilayah akan dilebur menjadi kompetisi penuh satu wilayah dalam tiga musim ke depan. PSSI merancang masa transisi tiga musim karena Konfederasi Sepak Bola Asia mengingatkan bahwa FIFA semakin ketat dengan syarat satu wilayah.

”Sekjen (Sekretaris Jenderal) AFC Alex Soosay mengingatkan bahwa FIFA telah menegur Amerika dan Australia supaya menjalankan kompetisi sesuai dengan aturan,” ujar Ketua Komite Kompetisi PSSI Sihar Sitorus dalam acara buka puasa bersama di Kompas, Jumat (26/8).

Sihar menegaskan, kompetisi dua wilayah terpaksa ditempuh karena peserta kompetisi baru mulai mandiri. Mereka tak lagi menyusu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dengan sistem dua wilayah, klub bisa berhemat biaya operasional laga tandang, sekaligus bisa menghadirkan banyak klub peserta liga, dan menjaring lebih banyak bibit muda.

”Kami harap di akhir kompetisi musim pertama ada klub yang untung. Ini akan menjadi fondasi untuk kompetisi selanjutnya supaya bisa mandiri secara finansial dan siap mengikuti kompetisi satu wilayah,” ujar Sihar.

Direktur Kompetisi AFC Suzuki Tokuaki dalam workshop asistensi klub profesional di Jakarta menegaskan, lima kriteria klub profesional, yaitu legal, finansial, infrastruktur, sumber daya manusia dan sporting, harus dipenuhi atau Indonesia tidak bisa tampil di Liga Champions Asia pada 2012, 2013, dan 2014.

Beberapa klub yang kurang dikenal kiprahnya di level nasional, seperti PS Bengkulu dan PSCS Cilacap, menurut Sihar, bisa lolos ke Level 1 karena akumulasi nilai kelima aspek itu, lebih tinggi dibandingkan klub lain yang berada di Level 2.

Sihar menegaskan, daftar klub peserta kompetisi profesional masih akan diverifikasi ulang oleh AFC. AFC berhak menilai kelayakan klub sebagai peserta kompetisi profesional. PSSI akan melaporkan data ke AFC pada 5 September. (ANG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau