Ketupat Bukan Hanya Hidangan Lebaran

Kompas.com - 01/09/2011, 09:41 WIB

KOMPAS.com - Ketupat sudah lama dikenal dalam tradisi masyarakat di tanah Jawa. Tradisi itu disebut Bado Kupat, yang jatuh seminggu setelah Lebaran. Saat itu, masyarakat membuat ketupat untuk diantarkan kepada orang yang dihormati atau dituakan. Indonesia yang terdiri atas beragam suku ternyata memiliki budaya menyajikan ketupat yang berbeda-beda. Anda ingin tahu tradisi ketupat di daerah lain?

* Beberapa daerah di Jawa, kadang menggantungkan ketupat di daun pintu untuk menolak bala. Sementara di Bali, ketupat digunakan sebagai pelengkap sesajen.

* Kerbau, burung, hingga nanas, merupakan bentuk ketupat berisi beras yang digunakan masyarakat Ternate, Maluku Utara, saat melakukan  upacara Saro (doa atau berkah) yang masing-masing memiliki arti. Kerbau perlambang pria yang harus bekerja keras dan bertanggung jawab. Nanas, lambang perempuan yang dapat hidup di mana saja, mengikuti sang suami. Sementara burung, lambang rezeki. Makanan ini tak hanya digunakan dalam adat pernikahan, namun juga pada upacara khitanan dan Malam Wadaka (malam jejaka -calon pengantin pria).

* Beragam jenis ketupat yang ada di tanah air mempunyai sebutan yang sangat beragam. Masyarakat Sumatera Barat menyebutnya katupek ketan kapau, orang Tegal di Jawa Tengah mengatakan dengan sebutan ketupat glabed, bongko, dan blegong. Orang Betawi dengan ketupat bebanci, sedang warga Solo ketupat cabuk rambak.

* Daun merupakan pembungkus utama beras nasi atau ketan yang dikukus. Ketupat menggunakan daun kelapa yang dianyam, sementara daun pisang dipakai untuk membungkus lontong yang berbentuk silinder atau lipatan. Beberapa daerah menggunakan pandan berdaun besar agar berasnya lebih harum.

(Syahrindra Sofyan)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau