Pintu tanggul jebol

Suplai Air di Istana, Kantor Gubernur, dan Gedung DPR Terganggu

Kompas.com - 01/09/2011, 11:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tak hanya masyarakat luas yang terkena imbas dari jebolnya pintu air di Kalimalang, Jakarta Timur, Kamis (1/9/2011). Istana Presiden dan Wakil Presiden, Gedung DPR, serta Kantor Gubernur DKI Jakarta juga terkena imbas.

Meyritha Maryanie Corporate Communication Head PT Palyja mengatakan, pihaknya selama ini menjadi penyuplai air bersih di Istana, Kantor Gubernur, dan DPR. Untuk mengatasi, pihaknya sudah mengirimkan air bersih dengan mobil tangki.

Masing-masing dua tangki berisi 5.000 liter air bersih sudah dikirim ke Istana dan Kantor Gubernur pagi tadi. "Nanti akan terus disuplai," kata Meyritha di lokasi, Kamis.

Selain itu, kata Meyrita, pihaknya sudah mengirimkan tangki-tangki ke rumah sakit serta sebagian pelanggan di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara. Sebanyak 65 persen dari total 420.000 pelanggan Palyja mengalami gangguan suplai air.

Dia mengatakan, pihaknya saat ini hanya mengandalkan suplai air dari Tangerang dan Cilandak. "Suplai dari Tangerang cuma 2.000 liter per detik dan Cilandak 400 liter per detik. Itu sudah tidak bisa ditambah," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau