SPBU Polewali Mandar Kehabisan Stok BBM

Kompas.com - 01/09/2011, 15:56 WIB

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Sejumlah warga di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terpaksa gigit jari karena seluruh Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di daerah itu kehabisa stok bahan bakar minyak (BBM).

"Sekitar pukul 07.00 WITA kami mulai melayani pembeli, namun terjadi keterlambatan distribusi. Sehingga sejak pukul 12.00 WITA kami sudah tidak lagi melayani pembeli akibat stok bensin maupun solar telah habis terjual," ujar salah seorang karyawan di SPBU di Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar, Hermansah, Kamis (1/9/2011).

Ia mengaku, belum mengetahui penyebab terjadinya keterlambatan distribusi, sebab hal tersebut mekanismenya telah diatur oleh pihak pengelola SPBU untuk menentukan kapan jadwal pengisian stok BBM ini akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Jika terjadi keterlambatan distribusi seperti hari-hari sebelumnya, Hermansah mengatakan pelayanan biasanya menunggu hingga malam hari sebab ada beberapa hal teknis yang menjadi pertimbangan dan proses pengisian kembali akan memakan waktu yang cukup lama.

Seperti yang terjadi pada SPBU Wonomulyo, hal tersebut juga terjadi pada SPBU Polewali serta SPBU Campalagian dan membuat seluruh warga yang akan melakukan pengisian BBM kecewa dan terpaksa mengisi BBM ada pengecer.

Salah seorang warga yang kecewa karena sejumlah SPBU kehabisan stok, Zainal Abidin mengtakan seharusnya PT Pertamina bisa segera mengantisipasi hal ini, sebab telah mengetahui akan terjadi lonjakan pembeli setelah lebaran untuk kebutuhan silaturahmi warga ke rumah keluarga dan kerabatnya.

"Terpaksa kami membeli BBM pada pengecer dengan harga yang lebih tinggi sebab tidak ada lagi SPBU yang bisa dijangkau selain SPBU Campalagian, SPBU Wonomulyo, dan SPBU Polewali," tutrnya.

Diharapkan agar perisatiwa seperti ini tidak terulang kembali sebab sangat membuat warga kerepotan untuk mendapatkan BBM dengan harga murah, jika didapatkan pada pengecer harganya akan jauh lebih besar dibanding harga yang ditetapkan pada sejumlah SPBU.

Ia juga berharap agar hal ini tetap mendapat pengawaasan pemerintah sebab dimungkinkan beberapa stok yang harusnya dialokasikan secara umum namun disalahgunakan oleh pengelola SPBU.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau