Padat Merayap Menuju Istana Anak TMII

Kompas.com - 01/09/2011, 16:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Puluhan ribu wisatawan memadati Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Kamis (1/9/2011). Banyak di antara mereka yang datang bersama anak-anak, memilih Istana Anak sebagai tujuan favorit.

Alhasil, jalan menuju lokasi Istana Anak terlihat padat merayap. Kendaraan roda empat maupun roda dua, pejalan kaki, dan pengguna sarana sepeda, tampak mengarah ke arena yang terdapat di sisi Timur TMII tersebut.

"Di sini memang menjadi salah satu tempat favorit pengunjung. Hari puncaknya, ya hari ini, H+2 sama H+3, besok," kata Iin Firdini, Asisten Manajer Program dan Pendidikan Istana Anak kepada Kompas.com.

Data pengunjung menunjukkan, pada H+2 tahun 2009 terdapat 13.510 pengunjung. Periode yang sama pada 2010, jumlahnya sedikit menurun menjadi 9.993 pengunjung. Iin meyakini, tahun ini jumlah pengunjung akan kembali meningkat dengan adanya renovasi pada salah satu wahana hiburan.

"Kolam renang anak Sendang Sejodoh baru saja direnovasi. Baru dibuka mulai kemarin (31/8) untuk soft opening-nya," ungkap Iin. Pihak pengelola menargetkan jumlah pengunjung akan berkisar 10.000 -13.000 orang pada hari ini.

Bersama wahana Kereta Kelinci, kolam renang menjadi pilihan favorit anak-anak. Selain keduanya, arena Istana Anak juga menyediakan wahana Rumah Bola dan Mainan Anak.

Arena hiburan lain yang juga menarik banyak pengunjung adalah Snow Bay yang terletak di sisi utara dan Keong Emas di sisi selatan TMII. Hingga saat ini belum diperoleh informasi total pengunjung TMII hari ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau