Mahfud MD Terima Titipan Anggaran Pendidikan

Kompas.com - 01/09/2011, 20:37 WIB

PAMEKASAN, KOMPAS.com — Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD pulang kampung ke Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis (1/9/2011). Kepulangannya ternyata disambut khusus oleh pemerintah setempat dengan acara silaturahim bersama tokoh perantau lainnya yang berasal dari Pamekasan.

Mahfud MD ternyata mendapat titipan khusus dari pemerintah setempat agar mengawal anggaran pendidikan khusus Kabupaten Pamekasan, untuk diberi porsi lebih besar dibandingkan kabupaten lainnya. Bupati Pamekasan Kholilurrahman di depan Mahfud MD dan tokoh rantau lainnya menyampaikan, Mahfud MD sudah sukses mengawal Kabupaten Pamekasan menjadi Kabupaten Pendidikan di Madura, lewat usahanya ke Mendiknas Muhammad Nuh, satu tahun yang lalu.

"Proposal pengajuan Pamekasan sebagai Kabupaten Pendidikan dikawal langsung Mahfud MD dan alhamdulillah sukses," kata Bupati Kholilurrahman.

Berkat upaya Mahfud MD, tanggal 24 Desember 2010 lalu, Mendiknas Muhammad Nuh langsung mencanangkan Pamekasan sebagai Kabupaten Pendidikan di Kecamatan Waru. Dalam kesempatan itu, Muhammad Nuh berjanji akan memberikan anggaran lebih bagi Kabupaten Pamekasan karena memiliki prestasi pendidikan yang cukup bagus, serta mampu mengalokasikan APBD sebesar 45 persen dari total anggaran.

"Pamekasan perlu mendapatkan anggaran lebih dari APBN karena prestasi dan pendidikan sudah menjadi program prioritas pembangunan," kata Muhammad Nuh, kala itu.

Dari janji itu, kemudian hendak ditagih oleh Pemerintah Kabupaten Pamekasan. "Karena Mahfud MD dekat dengan Mendiknas, maka beliau pantas menerima amanat tersebut untuk menagih janji Mendiknas," ucap Kholilurrahman.

Sementara itu, Mahfud MD tidak menolak titipan tersebut. Kepada Kompas.com, mantan Menteri Pertahanan era Gus Dur ini mengaku senang.

"Anggaran pendidikan untuk Pamekasan perlu dikawal, diperoleh, dicairkan, dan dikelola dengan baik. Artinya, pencairan dan penggunaannya supaya benar, bersih, sehingga tidak melalui para calo anggaran yang bergentayangan di mana-mana," ungkap Mahfud MD.

Bahkan, lanjut dia, pihaknya akan memantau agar anggaran pendidikan untuk Kabupaten Pamekasan tidak dikelola melalui calo-calo anggaran. "Kalau sampai jatuh ke tangan para calo, maka negara dan rakyat akan dirugikan," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau