Atiqah Hasiholan Korban Ketupat Basi

Kompas.com - 02/09/2011, 09:17 WIB

KOMPAS.com — Aktris cantik Atiqah Hasiholan (28) sempat bingung memutuskan kapan akan berlebaran. Apakah Selasa (30/8/2011) seperti yang dilakukan umat Muhammadiyah, atau Rabu (31/8/2011) seperti yang diputuskan pemerintah berdasarkan sidang isbat.

"Soalnya aku enggak tahu teknis penentuannya seperti apa. Seribet apa. Aku sampai menonton TV supaya tahu bagaimana teknis penentuannya," ungkap Atiqah. Akhirnya, Atiqah memilih berlebaran pada hari Rabu seperti yang dilakukan saudara-saudara yang dituakan di keluarganya. "Allah pasti tahulah alasan kita," kata Atiqah.

Karena Lebaran pada hari Rabu, mau tidak mau, Atiqah menjadi salah satu korban ketupat basi. "Kan hari Senin ketupat udah siap. Hari Rabunya, pas Lebaran, ketupatnya jadi udah lembek," ujar Atiqah kecut. Baginya, hal itu bukan persoalan besar. Namun, tidak bagi sebagian besar warga tak mampu yang tinggal di sekitar rumahnya.

"Aku sempat ngobrol sama tetanggaku. Banyak yang udah beli daging 1 kg, tadinya mau untuk Lebaran. Namun, daging habis untuk sahur terakhir karena Lebaran mundur. Mau beli lagi enggak bisa," tutur Atiqah.

Di antara kisah pahit seperti yang dialami warga di sekitarnya, Lebaran bagi aktris yang juga seorang model ini adalah sebuah momen istimewa. Salah satu tradisi yang tidak pernah dilewatkan adalah open house khusus untuk keluarga dari ibunya, Ratna Sarumpaet, yang non-Muslim.

"Biasanya dilakukan pada hari kedua dan tiap tahun selalu ada. Jadi, keberagaman itu sangat terasa," ujar Atiqah bangga dan bahagia. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau