JAKARTA, KOMPAS.com - Selama sembilan hari Operasi Ketupat Jaya 2011 dilaksanakan dari H-7 sampai H+1, pencurian kendaraan bermotor (curanmor) adalah jenis kejahatan yang paling mendominasi. Sebanyak 61 kasus terjadi di berbagai wilayah Polda Metro Jaya.
Hal ini disampaikan Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Sujarno, Jumat (2/9/2011), saat dihubungi wartawan. "Kasus curat, curanmor, dan curas, paling sering terjadi dari tahun ke tahun," ujarnya.
Ia mengatakan kejahatan curanmor termasuk ke dalam jenis kejahatan pencurian dan pemberatan atau curat. Hal ini karena pencurian kendaraan bermotor ini dilakukan dengan cara merusak bagian kendaraan.
Berdasarkan data yang dihimpun Biro Operasi Polda Metro Jaya selama Operasi Ketupat Jaya 2011 berlangsung dari H-7 sampai H+1 Lebaran, jumlah kasus curat sebanyak 104 kejadian. Di antaranya merupakan kasus curanmor sebanyak 61 kejadian, lainnya seperti pencongkelan warung sembako dan penggasakan harta benda di dalam mobil.
"Selain itu ada kasus pencurian dan kekerasan (curas) sebanyak 7 kasus," tambah Sujarno.
Adapun, jika dibandingkan selama mudik Lebaran tahun lalu, jumlah kasus curat, curanmor, dan curas menurun. Pada Operasi Ketupat Jaya 2010, kasus curanmor mencapai 213 kejadian dan kasus curas 174 kasus.
Dikatakan Sujarno, penurunan kasus kejahatan ini terjadi lantaran jumlah personil kepolisian yang semakin banyak diturunkan dalam Operasi Ketupat Jaya. "Bisa jadi juga kenapa tahun ini menurun, entah para pelaku kejahatan yang bermain hanya sedikit sedangkan jumlah kepolisian yang diterjunkan sangat banyak. Artinya apa, patroli yang kami lakukan sudah efektif," imbuh Sujarno.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang