Tanggul kalimalang jebol

Dinas Pekerja Umum dan BBWS Beri Bantuan

Kompas.com - 02/09/2011, 16:30 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengunjungi Pintu Air Kalimalang yang masih diperbaiki. Dia datang bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Hasanudin, Jumat (2/9/2011).

Menurut Hasanudin, jebolnya Pintu Air Kalimalang ini terjadi karena terdapat bocoran yang membuat erosi di bagian tanggul dan menggulingkan pintu air. Ia juga menjelaskan bahwa bangunan ini memang di desain untuk kelebihan air di Kalimalang.

"Bangunan ini didesain jika terjadi kelebihan air, debit air dialihkan ke Buaran," kata Hasanudin.

Selain itu, Foke--sapaan Fauzi Bowo--juga menjelaskan bahwa kejadian ini adalah murni musibah yang bisa terjadi kapan saja dan bukan kesalah perorangan atau perusahaan. Namun ini tetap menjadi tanggung jawab pemerintah.

Menurutnya, ini adalah taanggung jawab Pemerintah, sehingga dari Balai Besar dan Dinas Pekerja Umum turut membantu dengan menyediakan alat-alat besar (alat pengeruk), mengingat ini juga termasuk untuk kepentingan warga Jakarta. Sheet pile juga akan dikirimkan untuk pemancangan turap yang ambrol.

"Langkah pertama dibendung dulu dengan karung pasir agar air gak ke mana-mana serta mengamankan penjernihan air di Pulo Gadung. Dan kita tahu ini jadi sumber di Pejompongan, jadi sementara memang Rabu malam dan Kamis kemarin yang bisa di suplai Pulo Gadung dan Buaran," ujar Foke, saat ditemui wartawan.

Ia menambahkan bahwa kejadian ini akan tetap diinvestigasi lebih lanjut. Sedangkan untuk sumber air lain untuk warga Jakarta masih dapat diambil dari waduk galian Jawa Barat dan dari Cisadane, Tangerang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau