Pendap nan Gurih, Oleh-oleh Khas Bengkulu

Kompas.com - 04/09/2011, 15:01 WIB

KOMPAS.com — Pendap adalah makanan khas Bengkulu. Makanan ini sering diburu wisatawan sebagai oleh-oleh untuk dibawa ke daerah asal mereka, apalagi pada musim liburan Lebaran seperti saat ini.

"Makanan khas Bengkulu ini banyak diminati oleh wisatawan yang berasal dari Lubuk Linggau, Jakarta, dan Lampung untuk dijadikan sebagai oleh-oleh saat pulang ke daerah asal mereka," kata Fatmawati, salah seorang pemilik usaha pendap di Kelurahan Pasar Bengkulu, Bengkulu, Sabtu (3/9/2011).

Ia menerangkan, pendap terbuat dari bumbu-bumbu yang beraneka ragam, seperti bawang putih, kencur, dan cabai giling. Kemudian, bahan-bahan itu dicampur merata dengan parutan kelapa muda.

"Bumbu yang bercampur dengan parutan kelapa muda selanjutnya dibungkus dengan daun talas, dimasukkan sepotong ikan, lalu direbus selama delapan jam," ujarnya. Jenis ikan yang digunakan bervariasi, seperti kakap, gemuru, dan terusan.

"Ikan yang digunakan untuk membuat pendap sebanyak 150 buah, cukup 10 kilogram saja," katanya lagi.

Pendap memiliki rasa pedas dan gurih. Pendap dijadikan lauk makan nasi yang bisa meningkatkan selera makan seseorang.  Fatmawati mengatakan, warga Bengkulu yang merantau juga sering membawa pendap sebagai oleh-oleh.

Pendap buatannya juga dibawa sebagai oleh-oleh saat mudik oleh warga Bengkulu yang merantau ke luar negeri, yakni Malaysia dan Belgia. "Meskipun bukan jenis penganan kering, makanan ini dapat dipaketkan ke daerah lain asalkan kemasannya aman," ungkapnya.

Harga satu bungkus pendap tersebut hanya Rp10.000 untuk ukuran standar, sedangkan untuk yang jenis super lebih mahal. "Ada juga pembeli yang memesan jenis super dengan harga per bungkus Rp15.000 ke atas," katanya.

Ia mengatakan, pada bulan Ramadhan lalu, pendap buatannya juga banyak dipesan untuk disantap saat berbuka puasa dan oleh-oleh mudik Lebaran. Pada bulan puasa, ia bisa membuat pendap hingga 150 bungkus sehari, sedangkan pada hari biasa hanya 100 bungkus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau