Kesehatan masyarakat

Anggaran Jaminan Persalinan Menjadi Rp 500 Miliar

Kompas.com - 05/09/2011, 12:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kenaikan anggaran Kementerian Kesehatan tahun 2012 diharapkan dapat meningkatkan dana, bagi pembiayaan program jaminan persalinan.

Melalui program yang telah berlangsung beberapa waktu ini, diharapkan membantu kaum ibu untuk mendapatkan pelayanan persalinan yang baik dan benar. Ini untuk menekan angka kematian ibu akibat melahirkan di Indonesia yang masih tergolong tinggi.

 

Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan, Tini Suryanti Suhandi, mengatakan itu Senin (5/9/2011) di Jakarta, usai mengikuti acara halal bihalal bersama Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih bersama karyawan.

Tini mengatakan, kementeriannya dipastikan mendapatkan tambahan anggaran, dari Rp 26 triliun di tahun 2011, menjadi Rp 28 triliun. "Meski mendapatkan kenaikan anggaran, secara persentase turun karena APBN juga naik," ujarnya.

Persentase anggaran untuk Kementerian Kesehatan pada tahun 2011 sekitar 2,25 persen. Tahun 2012 bakal turun menjadi 1,99 persen.

 

Meski demikian, Kementerian Kesehatan bakal memanfaatkan kenaikan anggaran dan efisiensi penggunaan anggaran untuk memprioritaskan program yang bersentuhan masyarakat langsung. Program-prgram itu antara lain Jaminan Persalinan, Jaminan Kesehatan Masyarakat, dan menyediakan tenaga kesehatan di daerah terpencil.

 

Anggaran bagi jampersal diharapkan naik dari Rp 350 miliar menjadi Rp 500 miliar. Menurut Tini, hal itu sudah diusulkan kepada badan anggaran DPR.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau