Honda Indonesia "Recall" 42.000 unit Jazz dan City

Kompas.com - 05/09/2011, 16:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Agen Pemegang Merek Honda mobil di Indonesia, PT Honda Prospect Motor (HPM) hari ini mengumumkan, me-recall atau memanggil dan memperbaiki  42.000 unit Jazz dan City produksi 2006-2008 di Indonesia. Recall dilakukan karena tombol power window yang bermasalah.

Ini untuk kedua kalinya tahun ini Honda Indonesia melakukan recall, setelah Februari 2011  melakukan  hal yang sama terhadap All New Jazz, City dan Freed untuk penggantian komponen Lost Motion Spring  pada pelatuk katup (rocker arm) di kepala silinder.

Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM kepada KOMPAS.com, hari ini (5/9) mengatakan, kerusakan pada tombol power window terjadi karena konsumen membersihkan interior dengan cairan mengandung silikon. Cairan tersebut merembes ke tombol melalui  celah di sekelilingnya. Akibatnya, tombol tidak berfungsi dengan normal.

"Di Indonesia masalah ini belum ditemukan.Tetapi karena ini adalah tanggung jawab produsen, kami akan memanggiilsekitar 42.000 unit dari kedua model dan mengganti tombol itu secara gratis," ujar Jonfis.

Jonfis melanjutkan, dari 42.000 unit yang di-recall, didominasi oleh Jazz 80 persen dan 20 persen (City). Perbaikan massal mulai dilaksanakan 23 September 2011 serentak di dealer resmi Honda di seluruh Indonesia. "Kami  segera mengumumkan detil recall ini melalui media massa secepatnya," tegas Jonfis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau