Semangat Tompi Menggugah Kaum Muda

Kompas.com - 06/09/2011, 07:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Tidak semua anak muda apatis dengan kondisi bangsa. Teuku Adifitrian atau ngetop sebagai Tompi (32) bersama Glenn Fredly dan Sandhy Sondoro kerap manggung bertiga dengan bendera Trio Lestari untuk menggugah kesadaran kaum muda.

Mereka bertiga bukan sekadar manggung untuk membawakan lagu-lagu. Konser Trio Lestari lebih mengutamakan diskusi yang mengangkat isu nasional dan lokal.

”Pengunjung konser ikut berinteraksi dan menyampaikan pendapatnya,” kata penyanyi kelahiran Banda Aceh itu.

Dari konser Trio Lestari di beberapa kota di Indonesia, ia melihat banyak anak muda yang memiliki kepedulian terhadap kondisi bangsa. Dia mengaku terkejut dengan respons pengunjung.

Umumnya mereka mengikuti diskusi sampai usai. Mungkin semula pengunjung datang untuk menikmati musik, tetapi selama diskusi ternyata mereka tidak meninggalkan tempat.

”Sebaliknya, mereka aktif berbagi pendapat, kami tidak ingin membuat rumit persoalan,” ujar Tompi.

Pemilik album Tak Pernah Setengah Hati ini lalu menambahkan, Trio Lestari tak bermaksud menggiring orang untuk memilih. Tompi, Glenn, dan Sandhy hanya menyebarkan berita dan mengingatkan orang akan kondisi di sekitar kita.

”Intinya (kami) mengajak untuk peduli, tetapi silakan menempatkan diri masing-masing,” kata Tompi. (BEE)
 
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau