Adang Mengaku Kangen Nunun

Kompas.com - 06/09/2011, 10:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Adang Daradjatun, mengaku kangen dengan istrinya, Nunun Nurbaeti, yang telah berada di luar negeri sejak Februari 2010. Meski demikian, tak ada rencana Adang untuk menemui Nunun.

"Nanti saya diikutin. Kasihan nanti masih sakit ditangkap," kata Adang sebelum Sidang Paripurna DPR di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (6/9/2011).

Seperti diketahui, Nunun menjadi buronan Interpol setelah Komisi Pemberantasan Korupsi memohon red notice pascapenetapan tersangka dalam kasus cek perjalanan terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.

Kepada wartawan, Adang tak mau membicarakan tentang pernyataannya bahwa ia menerima ucapan selamat Idul Fitri 1432 H dari istrinya melalui pesan singkat (SMS). Akibat pernyataan itu, para penegak hukum didesak melacak keberadaan Nunun melalui SMS. "Nanti jadi berita yang tidak jelas," kata dia.

Apa ada keluarga yang mendampingi ibu? "Enggak ada, sendiri. Biar lah dia sembuh dulu," jawab Adang.

Ketika disinggung kehadirannya di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri ketika Salat Id Rabu pekan lalu, mantan Wakil Kepala Polri itu buru-buru membantah bahwa ada pembicaraan terkait pencarian istrinya yang tengah dilakukan Polri.

"Kan (Salat Id) itu memang acara rutin setiap Lebaran. Saya selalu hadir. Pasti disangka saya datang lalu bisik-bisik jangan ditangkap dong bini gua. Pak Anton (Irjen Anton Bachrul Alam Kepala Divisi Humas Polri) sudah bicara dengan gamblang akan diproses," kata dia.

"Dari dulu kan saya sudah bilang saya menuruti proses hukum yang berjalan. Ibu sudah tersangka, ibu dicari interpol. Silakan aja," pungkas Adang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau