JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Adang Daradjatun, mengaku kangen dengan istrinya, Nunun Nurbaeti, yang telah berada di luar negeri sejak Februari 2010. Meski demikian, tak ada rencana Adang untuk menemui Nunun.
"Nanti saya diikutin. Kasihan nanti masih sakit ditangkap," kata Adang sebelum Sidang Paripurna DPR di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (6/9/2011).
Seperti diketahui, Nunun menjadi buronan Interpol setelah Komisi Pemberantasan Korupsi memohon red notice pascapenetapan tersangka dalam kasus cek perjalanan terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.
Kepada wartawan, Adang tak mau membicarakan tentang pernyataannya bahwa ia menerima ucapan selamat Idul Fitri 1432 H dari istrinya melalui pesan singkat (SMS). Akibat pernyataan itu, para penegak hukum didesak melacak keberadaan Nunun melalui SMS. "Nanti jadi berita yang tidak jelas," kata dia.
Apa ada keluarga yang mendampingi ibu? "Enggak ada, sendiri. Biar lah dia sembuh dulu," jawab Adang.
Ketika disinggung kehadirannya di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri ketika Salat Id Rabu pekan lalu, mantan Wakil Kepala Polri itu buru-buru membantah bahwa ada pembicaraan terkait pencarian istrinya yang tengah dilakukan Polri.
"Kan (Salat Id) itu memang acara rutin setiap Lebaran. Saya selalu hadir. Pasti disangka saya datang lalu bisik-bisik jangan ditangkap dong bini gua. Pak Anton (Irjen Anton Bachrul Alam Kepala Divisi Humas Polri) sudah bicara dengan gamblang akan diproses," kata dia.
"Dari dulu kan saya sudah bilang saya menuruti proses hukum yang berjalan. Ibu sudah tersangka, ibu dicari interpol. Silakan aja," pungkas Adang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang