JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Djohar Arifin Husin menerima kedatangan Direktur Pengembangan dan Asosiasi FIFA Thierry Regennas, Direktur Pengembangan untuk Kawasan Asia Domeca Iribaldi, Sekjen Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Alex Sossay, dan Direktur Hukum AFC James Thomson di Kantor PSSI, Jakarta, Selasa (6/9/2011). PSSI akan memaparkan potensi sepakbola di Indonesia agar FIFA mau mengucurkan bantuannya bagi pengembangan sepakbola dalam negeri.
Djohar mengatakan, FIFA datang ke Indonesia untuk mendukung program-program yang diselenggarakan PSSI karena menyadari Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan sepakbola.
"Kita akan bahas kompetisi, kita ingin mendapatkan pengakuan plus dari FIFA, jadi kompetisi konsepnya kita sedang godok dan kita akan paparkan kepada mereka. Baru akan kita rumuskan mana yang baik ke depannya. Kunjungan FIFA hari ini penting bagi kita dan untuk merumuskan kompetisi sesuai aturan FIFA," katanya di sela menerima tamu.
Untuk menunjukkan bukti besarnya potensi Indonesia dalam mengelola sepakbola, Djohar mengatakan, keempat perwakilan ini akan ikut menyaksikan pertandingan Indonesia melawan Bahrain dalam laga lanjutan kualifikasi Grup E Piala Dunia 2014 Zona Asia di Stadion Gelora Bung Karno, nanti malam.
"Mereka bisa lihat antusiasme penonton Indonesia. Ini perlu diketahui oleh mereka. Dukungan penonton kiranya jadi pertimbangan bagi FIFA untuk menyelenggarakan pertandingan di sini. Jadi mereka bisa sampaikan ke negara-negara lain bahwa suporter kita aman dan stadionnya besar. Momen ini kita manfaatkan," tambahnya.
Dengan demikian, Djohar berharap FIFA bisa mengucurkan bantuan-bantuannya untuk mengelola sepak bola Indonesia menjadi lebih baik, antara lain melalui program pembangunan akademik, pembangunan pemain-pemain muda dan pembangunan infrastruktur.
Setelah bertukar tanda mata, PSSI dan pihak FIFA serta AFC pun menggelar rapat mini di ruang kerja Ketua PSSI.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang