Diduga Kesurupan, Bocah Berlari di Atap Stasiun

Kompas.com - 06/09/2011, 15:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang anak perempuan berusia sembilan tahun diturunkan paksa dari atap Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (6/9/2011). Bocah bernama Fitri itu diduga kesurupan dan sebelumnya terlihat berlari-lari di atas atap stasiun.

"Kemungkinan dia kurang waras atau sedang kerasukan," kata Santoso, aparat Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) Stasiun Tanah Abang kepada Kompas.com di ruang kerjanya.

Kejadian ini, kata Santoso, sudah terjadi untuk kedua kalinya. Beberapa bulan lalu, Fitri juga melakukan tindakan yang sama. Saat diselamatkan dua petugas keamanan stasiun yang dibantu warga sekitar, Fitri terlihat bertingkah aneh. Ia menunjukkan aksi layaknya seorang atlet pencak silat sambil terus tertawa melihat para penolongnya. Terkadang ia bertingkah seolah-olah sedang memeragakan jurus kera. Ia juga terus membelai perutnya layaknya wanita hamil.

Saat kondisinya berangsur normal, Fitri mulai bisa menerangkan identitasnya. "Saya Fitri. Umur 9 jalan 10 tahun," katanya.

Ia mengaku berasal dari Ciputat, Tangerang Selatan, dan melarikan diri dari rumah karena tak tahan dengan kondisi dirinya yang kerap mengalami kesurupan. "Sejak umur tiga tahun," kata anak perempuan yang kedua kakinya terlihat penuh bekas luka. Salah seorang petugas yang membantu Fitri menduga, ia berniat bunuh diri karena stres dengan kondisinya.

Sementara itu, beberapa saksi mata yang melihat aksi Fitri menuturkan keanehan pada perempuan kecil ini. "Manjatnya tadi kayak monyet atau ahli manjat, cepat banget kayak bukan anak-anak, apalagi perempuan," kata salah seorang saksi mata.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau