JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang anak perempuan berusia sembilan tahun diturunkan paksa dari atap Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (6/9/2011). Bocah bernama Fitri itu diduga kesurupan dan sebelumnya terlihat berlari-lari di atas atap stasiun.
"Kemungkinan dia kurang waras atau sedang kerasukan," kata Santoso, aparat Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) Stasiun Tanah Abang kepada Kompas.com di ruang kerjanya.
Kejadian ini, kata Santoso, sudah terjadi untuk kedua kalinya. Beberapa bulan lalu, Fitri juga melakukan tindakan yang sama. Saat diselamatkan dua petugas keamanan stasiun yang dibantu warga sekitar, Fitri terlihat bertingkah aneh. Ia menunjukkan aksi layaknya seorang atlet pencak silat sambil terus tertawa melihat para penolongnya. Terkadang ia bertingkah seolah-olah sedang memeragakan jurus kera. Ia juga terus membelai perutnya layaknya wanita hamil.
Saat kondisinya berangsur normal, Fitri mulai bisa menerangkan identitasnya. "Saya Fitri. Umur 9 jalan 10 tahun," katanya.
Ia mengaku berasal dari Ciputat, Tangerang Selatan, dan melarikan diri dari rumah karena tak tahan dengan kondisi dirinya yang kerap mengalami kesurupan. "Sejak umur tiga tahun," kata anak perempuan yang kedua kakinya terlihat penuh bekas luka. Salah seorang petugas yang membantu Fitri menduga, ia berniat bunuh diri karena stres dengan kondisinya.
Sementara itu, beberapa saksi mata yang melihat aksi Fitri menuturkan keanehan pada perempuan kecil ini. "Manjatnya tadi kayak monyet atau ahli manjat, cepat banget kayak bukan anak-anak, apalagi perempuan," kata salah seorang saksi mata.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang