Ribuan Orang Telantar Akibat Talas

Kompas.com - 06/09/2011, 15:54 WIB

TOKYO, KOMPAS.com - Ribuan orang masih telantar di Jepang barat, Selasa (6/9/2011), sementara jumlah korban tewas mencapai 41 orang akibat topan dahsyat yang menambah kesengsaraan pada negara yang telah dilanda gempa dan tsunami Maret lalu.

Hujan lebat akibat Topan Talas yang kuat dan paling banyak menelan korban jiwa dalam tujuh tahun, menyebabkan sungai-sungai meluap dan tanah longsor yang menghantam gedung-gedung, rumah-rumah dan jalan-jalan. Lebih dari 50 orang masih hilang, kata pihak pejabat lokal kepada AFP.

Sementara polisi, para petugas pemadam kebakaran dan pasukan pertahanan diri warga yang dilaporkan hilang. Sedangkan pemerintah setempat berencana mendrop dari pesawat makanan dan air bersih untuk mereka yang terdampar akibat bencana alam tiu.

Di daerah yang paling parah Wakayama, sekitar 4.500 orang masih tetap terdampar dan tidak dapat dihubungi akibat jalan-jalan yang rusak, kata seorang pejabat lokal.

Di desa Totsukawa, Nara, lebih dari 400 orang terlantar di tempat-tempat pengungsian sementara akses rute sebagian besar terputus dan tiang-tiang telepon tumbang d sebagian besar desa itu, kata seorang pejabat lokal.

"Setelah mengangkut 1.000 liter air minum melalui helikopter, kemarin, kami juga berencana akan mengiirim beras, makanan siap saji dan air minum Selasa petang," kata pejabat itu.

Usaha pertolongan diperkirakan akan dilakukan lagi," kata pejabat itu.

Talas, yang meninggalkan Jepang, Minggu (4/9/2011), sejak itu menurun kekuatannya menjadi badai tropis tetapi sisa-sisanya masihdalam sistem cuacanya yang memiliki dampak yang sama dengan Topan Noru, yang terus menurunkan hujan lebat d Jepang utara.

Badai itu terjadi setelah Perdana Menteri Yoshihiko Noda dilantik Jumat menggantikan Naoto Kan, yang mendapat kecaman keras setelah gempa dan tsunami dan musibah nuklir 11 Maret.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau