SURABAYA, KOMPAS.com - Hasil evaluasi sementara, jumlah kecelakaan selama Ramadhan hingga Lebaran di Provinsi Jawa Timur lebih banyak dari tahun lalu, karena mobilitas pemudik juga meningkat. Jumlah orang yang bepergian tidak sebanding dengan moda transportasi yang tersedia.
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, mengatakan hal itu seusai halal bihalal dengan pegawai negeri sipil di lingkungan Pemprov Jatim dan masyarakat di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (6/9/2011) .
"Kenaikan pendapatan dan meningkatnya jumlah sepeda motor, salah satu penyebab tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Semua ini baru kesimpulan sementara dan belum terukur, sekarang sedang dilakukan pengecekan," katanya.
Soekarwo menambahkan, jika hasil pengecekan menyebutkan kecelakaan di jalan raya kabupaten akibat jalan rusak, itu bisa diantisipasi dengan melakukan rekonstruksi anggaran . Saat ini sedang dalam proses pendataan, apalagi kecelakaan tahun ini terbanyak di Jatim.
Dia menyebutkan, hampir 75 persen kecelakaan terjadi di jalan kabupaten, sehingga perlu merekonstruksi anggaran jika benar kecelakaan memang didominasi di kabupaten, karena kondisi jalan buruk. Evaluasi sementara Lebaran tahun ini, fokus pada perbaikan jalan, pengangkutan sepeda motor, sebab sekitar 80 persen yang mengalami kecelakan adalah sepeda motor.
Berdasarkan data kecelakaan dari Regional Traffic Managemen Center (RTMC) Polda Jatim, kenaikan kasus kecelakaan bahkan lebih tinggi, yakni 59,67 persen atau 145 kasus. Pada 2010 di periode H-7 hingga H+1 l ebaran terdapat 243 kecelakaan dengan 56 orang meninggal dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang