JAKARTA, KOMPAS.com - Penyaluran air bersih dari PT PAM Lyonnaise Jaya (PT Palyja) belum mencapai seluruh wilayah pelayanan. Hal itu disebabkan belum maksimalnya pasokan air baku dari Tarum Kanal Barat di Kalimalang, Jakarta Timur.
Kepala Humas PT Palyja, Meyritha Maryani, Selasa (6/9/2011) di Jakarta mengatakan, sekitar 20 sampai 25 persen pelanggan Palyja belum mendapatkan air bersih sebagaimana dijanjikan.
"Kelurahan yang belum bisa mendapatkan pasokan air bersih karena pasokan air baku dari Kanal Tarum Barat masih berfluktuasi, dari 3.700 hingga 4.000 lps (liter per detik), padahal yang kami butuhkan sebesar 6.000 lps," kata Meyritha.
Sebagian daerah yang masih belum mendapatkan pasokan air bersih itu adalah Kelurahan Taman Sari, Karang Anyar, Maphar, Kartini, Mangga Besar, Tanki, Mangga Dua Selatan, Pinangsia, Ancol, Roa Malaka, Pekojan, dan Penjaringan. Hal yang sama terjadi di Kelurahan Pejagalan, Pluit, Angke, Jembatan Lima, Jembatan Besi, Kalianyar, Duri Pulo, Duri Utara, Duri Selatan, Tanah Sereal, Krukut, Krendang, Keagungan, Tamboran, dan Glodok.
Sebelumnya, PT Palyja juga menjanjikan pasokan air bersih di Jakarta Pusat telah teratasi. Kenyataannya, warga di RT 01/RW 06, Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, masih belum menerima aliran air bersih hingga saat ini. Lantaran hal itu, warga yang hanya mengandalkan suplai air dari Palyja mengalami kesulitan air bersih untuk mandi dan memasak.
Pasokan air di sejumlah kawasan di Jakarta terganggu akibat jebolnya pintu air di Kali Buaran, Kalimalang. Peristiwa itu menyebabkan pasokan air baku ke Jakarta yang dipasok oleh Perum Jasa Tirta II terhenti sejak Rabu (31/8/2011) pukul 22.00 hingga diterima kembali di Instalasi Pengolahan Air Palyja di Pejompongan, Jakpus, pada Minggu (4/9/2011) tengah malam. Lebih dari 250.000 pelanggan atau lebih dari separuh pelanggan Palyja yang berjumlah dari 420.000 pelanggan tidak mendapatkan pasokan air bersih selama pintu air tersebut mengalami kerusakan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang