Museum Gajah Sepi Pengunjung

Kompas.com - 06/09/2011, 22:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Museum Nasional di Jakarta Pusat merupakan salah satu museum di Jakarta yang sering mendapatkan kunjungan wisatawan. Namun, selama Lebaran 2011, jumlah wisatawan domestik ataupun asing yang datang ke museum yang biasa dikenal sebagai Museum Gajah itu mengalami penurunan.

"Biasanya jumlah pengunjung mencapai 1.100 wisatawan per hari. Tapi sekarang, maksimal hanya 500 wisatawan per hari," ujar Humas Museum Nasional Oting Rudy Hidayat, di Jakarta, Selasa (6/9/2011). Oting mengatakan, pada saat libur Lebaran, masyarakat lebih memilih obyek wisata terbuka daripada berkunjung ke museum.

"Memang setiap tahun keadaannya seperti ini. Masyarakat lebih memilih berekreasi bersama keluarga dibandingkan ke museum," kata Oting.

Ia menambahkan, penurunan jumlah pengunjung ini mulai berlangsung sejak awal bulan Ramadhan lalu. Namun, dia optimistis jumlah pengunjung akan semakin meningkat pada bulan berikutnya. Tingkat kunjungan ini semakin bertambah pada saat libur sekolah hingga mencapai 1.200 wisatawan per hari.

Salah seorang pengunjung, Ririn Hapsari (17), mengatakan, dirinya datang ke museum hanya untuk mengerjakan tugas sekolah. "Sebelum libur Lebaran diberi tugas tentang sejarah, makanya hari ini datang ke sini," kata siswi SMAN 32 Jakarta ini.

Ririn mengaku jika bukan karena tugas sekolah, dia enggan berkunjung ke museum. Menurutnya, museum terlalu kaku dan banyak peraturan, seperti tidak bisa memotret dengan bebas.

"Memang banyak ilmu yang didapat di museum, tapi suasananya yang sepi dan banyak peraturan membuat tidak betah," katanya.  

Museum Nasional dibangun pada 1862 dan resmi dibuka untuk umum enam tahun kemudian. Museum Nasional dikenal sebagai Museum Gajah sejak dihadiahkannya patung gajah perunggu oleh Raja Chulalongkorn dari Thailand pada 1871.

Setiap bulannya sebanyak 23.000 wisatawan lokal maupun mancanegara berkunjung ke museum yang mempunyai 141.899 benda koleksi ini. Koleksi yang ada terdiri atas tujuh jenis, yakni prasejarah, arkeologi, keramik, mata uang, sejarah, etnografi, dan geografi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau