Tragedi 9/11

Peringatan 10 Tahun Dipusatkan di New York

Kompas.com - 07/09/2011, 02:08 WIB

New York, Selasa - Amerika Serikat memperingati sepuluh tahun Tragedi 11 September, akhir pekan ini, dengan upacara yang akan dihadiri oleh Presiden Barack Obama dan pendahulunya, George W Bush. Peringatan dipusatkan di tempat Ground Zero, bekas lokasi menara kembar World Trade Center itu berada.

Peringatan ini menandai satu dekade kekhawatiran yang menginisiasi perang melawan teror, di dalam dan di luar AS. Setelah 10 tahun berlalu, peristiwa ini masih sulit dilupakan rakyat AS, terlihat dari jajak pendapat yang dilakukan pekan lalu. Sebanyak 97 responden mengingat dengan pasti di mana mereka berada saat tragedi ini terjadi, yang membuat peristiwa ini sejajar dengan tragedi penembakan Presiden John F Kennedy, 22 November 1963.

Selain di New York, ritual tahunan itu juga dilaksanakan di Pentagon dan di Shanksville, Pennsylvania. Puncak peringatan itu adalah pembacaan nama-nama korban di Ground Zero, yang dihadiri anggota keluarga korban, Obama, Bush, Wali Kota New York Michael Bloomberg, Gubernur New York, dan Gubernur New Jersey.

Pembacaan nama-nama korban berlangsung dengan latar belakang perkembangan progresif World Trade Center, yang dibangun kembali dari reruntuhan setelah ditabrak dua pesawat yang dibajak. Pada hari itu juga akan diresmikan monumen peringatan berupa dua air mancur besar yang dibangun di lokasi menara kembar.

Di belakang monumen tengah dibangun kompleks perkantoran baru, One World Trade Center, yang direncanakan setinggi 104 lantai dan akan jadi gedung tertinggi di AS. Kelahiran kembali wilayah lower Manhattan, tempat Ground Zero berada, memberi nada optimisme bagi rakyat AS untuk melangkah ke depan.

Peringatan 10 tahun ini juga ditandai sedikit kepuasan setelah dalang serangan itu, pendiri Al Qaeda, Osama bin Laden, tewas di Pakistan dalam sebuah serbuan dramatis oleh pasukan Seal dari Angkatan Laut AS, Mei lalu.

Selain ke New York, Obama juga akan mengunjungi Pentagon dan Pennsylvania, lokasi jatuhnya pesawat United Airlines bernomor penerbangan 93 yang jatuh ke sebuah lapangan, diduga setelah penumpang menyergap para pembajak.

Obama juga akan menghadiri konser antar-agama di Katedral Nasional Washington. Konser ini menampilkan penyanyi mezosopran Denyce Graves, penyanyi country Alan Jackson, dan diva R&B Patti LaBelle.

Tragedi 11 September menyebabkan 2.997 orang tewas. Sebagian besar korban, yaitu 2.753 orang, tewas di New York. Sebanyak 184 orang tewas di markas Departemen Pertahanan di Pentagon serta 40 lainnya adalah awak dan penumpang pesawat United Airlines 93 yang jatuh di Shanksville. Jumlah itu tak termasuk 19 pembajak. (AFP/DI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau