Kisah di Balik Kejatuhan Khadafy

Kompas.com - 07/09/2011, 09:28 WIB

TRIPOLI, KOMPAS.com - Rezim pemimpin Libya, Moammar Khadafy, telah runtuh. Ini bermula dari keputusan Khadafy mengerahkan kekuatan militer untuk berperang melawan rakyat sendiri. Kekerasan melahirkan perlawanan luas dari rakyat dengan mengangkat senjata pula. Inilah kelemahan Khadafy.

Analisis kejatuhan Khadafy terungkap dari beberapa laporan intelijen, seperti diberitakan kantor berita Associated Press, Selasa (6/9). Laporan ada di kantor Dinas Intelijen di Tripoli.

Laporan intelijen mencemaskan kondisi Khadafy saat perlawanan rakyat beralih menjadi perang saudara. Para pemimpin militer di daerah pegunungan di Libya barat membangkang, tentara pro-Khadafy di Misrata kesulitan amunisi. Situasi pun berubah cepat dan setiap orang akhirnya berjuang untuk menyelamatkan diri sendiri.

Dokumen intelijen melaporkan proses pergolakan rakyat selama enam bulan hingga rezim Khadafy runtuh. Ada laporan yang menyebutkan bagaimana rezim otoriter Khadafy menggunakan berbagai cara untuk menghadang perlawanan rakyat. Perlawanan ini didorong kebencian sengit akan rezim Khadafy.

Gerakan oposisi prodemokrasi menuntut Khadafy mundur dan dimulai pada 15 Februari 2011. Aksi ini dibalas Khadafy dengan pengerahan kekuatan militer untuk melawan rakyat. Oposisi pun dia cap sebagai ”pemberontak”, ”geng bersenjata”, dan ”tikus-tikus”. Menghadapi kekuatan militer Khadafy, oposisi balik mengangkat senjata pula. Inilah awal kejatuhan rezim Khadafy yang sudah berkuasa 42 tahun itu.

Ketika konflik menjadi perang saudara, kekuatan oposisi bertumbuh pesat di seluruh negeri. Benghazi tumbuh menjadi pusat kendali oposisi. Kota Misrata dan wilayah pegunungan Nafusa di barat jatuh ke oposisi. Perjuangan oposisi mencapai puncaknya setelah menguasai Tripoli, 21 Agustus, hari kejatuhan Kadafy.

Mencoba meracuni

Selama terjadi pergolakan, semua kekuatan di pusat kekuasaan Khadafy dilaporkan terfokus pada upaya mengakhiri gerakan oposisi. Hal itu misalnya bagaimana menyusupi oposisi agar kubu Khadafy bisa meracuni makanan para tokoh oposisi.

Memo dari agen domestik pro-Khadafy melaporkan, Al Qaeda ada di balik oposisi dan sekitar 4.000 tentara AS akan menyerang dari arah Mesir.

Dalam salah satu laporan intelijen, yang ditulis oleh seorang pria, disebutkan bahwa dia telah ”menyusup” ke dewan oposisi. Catatan itu diakhiri dengan tawaran untuk membunuh semua anggota Dewan Transisi Nasional (NTC). Ternyata tidak seorang pun anggota dewan terbunuh.

Satu dokumen lagi berisi draf surat Khadafy untuk Presiden AS Barack Obama. ”Sangat penting mendukung Libya untuk menyingkirkan aktivis Al Qaeda sebelum semua Afrika Utara jatuh ke tangan Osama bin Laden,” demikian draf surat itu. Laporan lain berisikan keadaan aparatur negara yang kocar-kacir. (AP/AFP/CAL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau