Yahoo! Gagal Tentukan Fokus Bisnis

Kompas.com - 07/09/2011, 12:41 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Carol Bartz, yang bergabung dengan Yahoo! Inc sejak 13 Januari 2009, sebetulnya dikontrak menjadi CEO selama empat tahun. Namun, baru 30 bulan atau dua setengah tahun menjabat, ia sudah diberhentikan. Para analis menyatakan Bartz menghadapi tekanan sejak pertama menduduki jabatannya untuk menentukan masa depan Yahoo! Namun, ia dinilai gagal.

"Yahoo! masih belum bisa menentukan akan bergerak ke arah mana, apakah menjadi perusahaan media, atau menjadi perusahaan teknologi. Bartz menjadi sosok yang disalahkan atas kinerjanya," ujar Jordan Rohan, salah seorang analis seperti dikutip The New York Times.

Mantan Chief Executive Officer (CEO) ini dikatakan para analis menghadapi masa-masa sulit Yahoo! Inc sepanjang karirnya di perusahaan tersebut. Kebijakan-kebijakannya dianggap tidak memberikan jalan keluar.

Setelah empat tahun mengakuisisi Delicious, Yahoo! menghentikan layanan MyWeb pada 13 Februari 2009. Dua bulan kemudian, Yahoo! menutup Geocities, yang telah dibeli sebesar USD 2,9 Miliar pada 1999. Lalu April 2009, Yahoo! mengumumkan penurunan laba sebesar 78 persen dan memecat karyawannya sebanyak 5 persen. Pada 29 Mei 2009, Yahoo! menutup situs sosial Yahoo 360. Desember 2010, Yahoo! kembali memecat 600 orang karyawannya.

Awal tahun 2011, Bartz mengakui kerjasama dengan Microsoft tidak membuat Yahoo! memperoleh pendapatan yang diharapkan. Kemudian pada bulan Mei, investor Yahoo! terkejut karena Alibaba mengubah layanan online payment-nya, yang berakibat pada pengurangan nilai investasi Yahoo! pada perusahaan China tersebut.

"Dia tidak melakukan apapun dalam mengubah keuntungan perusahaan," tambah Larry Magid, seorang analis teknologi dari perusahaan CNET. Namun, meskipun pemecatan Bartz disambut baik oleh investor, sejumlah analis menyayangkan Yahoo! melakukan pemecatan tanpa mempersiapkan CEO permanen terlebih dahulu.

Dewan Direksi Yahoo! Inc malah menunjuk Timothy Morse yang selama ini menjabat sebagai Chief Financial Officer (CFO) Yahoo! Inc untuk menggantikan Bartz sebagai CEO Interim, sampai Yahoo! mendapatkan CEO permanen yang baru. Perusahaan ini mengumumkan rilis reorganisasi kepemimpinan perusahaan, pada 6 September 2011 waktu setempat melalui web resmi mereka.

Menyusul pemberhentian Bartz, Dewan Direksi Yahoo! Inc akan membentuk Dewan Pimpinan Eksekutif yang bertugas mendukung Morse dalam mengelola operasional perusahaan sehari-hari. Dewan Pimpinan Eksekutif akan melakukan tinjaun strategis yang komprehensif untuk mendukung pertumbuhan perusahaan di masa depan.

Dewan Pimpinan Eksekutif selain Morse, akan terdiri dari Michael Callahan (Executive Vice President, General Counsel and Secretary); Blake Irving (Executive Vice President and Chief Product Officer); Ross Levinsohn (Executive Vice President, Amerika); Rich Riley (Senior Vice President dan MD, EMEA Region); dan Rose Tsou (Senior Vice President, APAC Region). David Filo dan Jerry Yang, Co-founder Yahoo! Inc akan menjadi penasehat tim ini.

Berita tentang dipecatnya Carol Bartz menyebar pagi ini karena ia mengirimkan email kepada stafnya melalui iPhone. Ia mengaku dipecat melalui telepon. Email tersebut kemudian dikutip beberapa situs berita online (Yahoo! Inc, The New York Times, ABC News)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau