Sepak bola Eropa sudah mulai berdenyut dan dunia seakan mendapatkan kembali gairahnya. Dalam banyak hal, sepak bola Eropa tidak banyak mengalami perubahan. Liga Inggris tetap paling agresif dalam belanja pemain bintang, sementara Liga Italia tak kunjung selesai ditempa masalah. La Liga Spanyol, sementara itu, juga mulai berdenyut setelah sempat tertunda pemogokan asosiasi pemain profesional mereka. Jika di Inggris ada fenomena pergeseran kandidat juara, dari tim-tim seperti Arsenal atau Chelsea ke Manchester City, di Spanyol praktis tak berubah. Kuda pacunya tetap Barcelona dan Real Madrid.
Apa boleh buat, Liga Spanyol memang ibarat hanya dimiliki oleh dua tim dengan rivalitas paling pahit di muka bumi itu. Bagi keduanya, persaingan memang bukan sekadar prestasi di lapangan hijau, melainkan juga berkaitan erat dengan martabat, gengsi sosial, bahkan merasuk sampai ke ranah nasionalisme. Sejarah persaingan sepak bola paling fenomenal itu sudah berlangsung selama delapan puluh tahun dan segera diperbarui dengan momen-momen yang lebih dramatik.
Selama puluhan tahun, Real Madrid dikenal sebagai tim yang doyan mengumpulkan pemain-pemain terbaik di dunia sebagai bagian dari tradisi sebagai penguasa Spanyol. Jorge Valdano, mantan direktur ”El Real”, pernah mengakui, tradisi Madrid memang menjadi tempat berkumpulnya pemain terbaik di dunia dan mereka sanggup mengeluarkan uang berapa pun untuk terus membangun ”Los Galacticos”.
Sampai dengan dua musim terakhir, stigma El Real sebagai
Dengan mengandalkan bakat-bakat mudanya yang digodok di akademi La Masia, Guardiola bahkan merebut enam gelar dari enam kompetisi yang diikuti Barcelona pada musim pertamanya. Musim lalu, meski hanya menyabet dua gelar mayor, La Liga dan Liga Champions, serta dua gelar minor, Supercopa dan Super Eropa, pencapaian Guardiola tetap lebih mentereng ketimbang Jose Mourinho yang hanya kecipratan Copa del Rey.
Meski demikian, ada yang berbeda dengan Barcelona menjelang musim 2011-2012 digelar. Pada musim panas ini, mereka justru menjadi
Sebaliknya, Mourinho yakin dengan pasukan intinya yang semakin matang. Ditambah beberapa pembelian, seperti Nuri Sahin, Fabio Coentrao, Raphael Varane, Jose Callejon, dan Hamit Altintop, membuat mereka yakin mampu menghentikan dominasi Barcelona di semua kompetisi.
Secara gamblang, Mourinho bahkan menyatakan target juara Liga Champions dan La Liga dipasang sama tinggi. Namun, jika harus memilih, manajer asal Portugal itu memprioritaskan La Liga untuk menghambat Barca. Bagaimanapun, publik Madrid akan sangat ”terhina” jika Barcelona sukses empat kali beruntun menjadi jawara Primera Liga.
Ambisi besar Mourinho tampaknya harus ekstra diwaspadai oleh Guardiola. Gambaran ketatnya dua laga Supercopa baru-baru ini memberikan sinyal bahwa Real Madrid jauh lebih siap menghadapi Barcelona. Tak seperti dua musim terakhir, Real Madrid memang terkesan jauh lebih berani menghadapi gaya permainan cantik Barcelona. Meski tetap harus memakai cara-cara keras, bahkan cenderung kasar, dari sisi respons terhadap permainan Barcelona, pasukan Mourinho mengalami kemajuan pesat.
Dengan kondisi di atas, sekali lagi La Liga Spanyol dipastikan hanya akan punya dua kuda pacu, Barca dan Madrid. Sebanyak 18 tim lain kans terbaiknya adalah memperebutkan posisi ketiga dan keempat untuk jatah Liga Champions. Presiden Valencia Manolo Llorente dengan merendah mengatakan, timnya hanya menargetkan posisi ketiga dan mendekatkan jarak dengan Barca dan Madrid. ”Bersaing dengan mereka untuk juara hampir mustahil,” ujar Llorente yang pada musim lalu timnya berjarak 21 poin dari Real Madrid.
Valencia tampaknya tetap menjadi penantang terkuat untuk menempati posisi ketiga seperti pencapaian musim lalu. Kedatangan
Villarreal dan Sevilla tampaknya akan bersaing ketat dengan Valencia untuk memperebutkan posisi Liga Champions. Villarreal masih akan menggantungkan nasibnya kepada Giuseppe Rossi dan Nilmar. Namun, kepergian Santi Cazorla ke Malaga akan sedikit menghambat peluang mereka untuk kembali ke posisi keempat seperti musim lalu.
Jangan lupakan Malaga, yang juga mengeluarkan dana besar untuk mendapatkan kasta baru di La Liga. Selain Cazorla, klub yang dimiliki Sheikh Abdullah dari Qatar itu mendatangkan Ruud van Nistelrooy dan Joaquin untuk meraih ambisi Liga Champions musim depan.