Krisis ekonomi as

Obama Usul Suntikan Dana Segar Perbaiki Perekonomian AS

Kompas.com - 08/09/2011, 02:54 WIB

WASHINGTON, RABU - Presiden Amerika Serikat Barack Obama berencana mengajukan proposal kebijakan baru demi mendorong perbaikan perekonomian negeri itu, termasuk untuk memicu penciptaan lapangan pekerjaan baru. Proposal kebijakan baru itu berbentuk suntikan dana segar sebesar 300 miliar dollar AS, baik dalam bentuk pemotongan pajak maupun upaya memicu penciptaan lapangan kerja baru di negeri itu.

Proposal kebijakan ekonomi baru pemerintahan Obama tersebut menjadi bahan pemberitaan utama di sejumlah media massa di AS, Rabu (7/9).

Pemerintahan Obama tengah menghadapi kenyataan memudarnya tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah, terutama terkait upaya perbaikan ekonomi AS yang terus merosot.

Diwartakan pula, rencana tambahan suntikan dana itu akan disampaikan Presiden Obama resmi dalam pidatonya ke Kongres AS, Kamis ini, yang juga bakal disiarkan langsung oleh televisi.

Kantor berita Bloomberg memberitakan, suntikan dana segar sebesar 300 miliar dollar AS itu akan dipakai mulai tahun depan dalam bentuk pemotongan pajak, pembiayaan belanja pembangunan infrastruktur, dan pemberian bantuan kepada pemerintahan pusat dan lokal.

Bantuan langsung kepada pemerintahan, baik pusat maupun daerah, tersebut akan digunakan untuk menghentikan gelombang pemutusan hubungan kerja, yang selama ini menimpa para guru dan sektor pekerjaan lain.

Walau ramai diberitakan, pihak Gedung Putih menolak berkomentar. Mereka juga enggan merinci rencana kebijakan baru Obama itu, termasuk menyebutkan besaran anggaran yang akan dialokasikan.

Pihak Gedung Putih hanya menyebut, proposal paket kebijakan itu akan menghasilkan dampak yang ”cepat dan positif” dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru di tengah kondisi yang terbilang buruk seperti sekarang.

”Kita perlu melakukan sesuatu yang bisa segera memberi dampak langsung dalam jangka waktu yang pendek. Hal itu untuk memicu pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan baru. Proposal Presiden (Obama) yang akan disampaikan di depan kongres Kamis besok akan mewujudkan semua itu,” ujar juru bicara Gedung Putih, Jay Carney.

Kritik

Partai Republik mengkritik Obama karena tidak melibatkan mereka dalam diskusi isi proposal kebijakan barunya itu.

”Saya tidak meragukan kalau Presiden akan mengusulkan banyak hal Kamis besok. Jika dilihat secara individual, memang terlihat bagus. Namun, jika dilihat dalam satu kesatuan, semuanya hanya akan mewakili kegagalan yang sama,” ujar senator Partai Republik, Mitch McConnell.

Pimpinan legislatif Partai Republik secara terpisah telah mengirim pesan tertulis kepada Obama berisi desakan untuk mencabut beberapa aturan yang dinilai ”berlebihan” dan justru malah ”mematikan” lapangan pekerjaan.

Obama juga diminta mereformasi sistem penanganan pengangguran dan kesepakatan-kesepakatan perdagangan bebas, yang telah disetujui sebelumnya.

Tingkat kepercayaan publik terhadap sejumlah kebijakan perekonomian Obama semakin merosot. Dalam beberapa bulan terakhir, lapangan kerja menyusut, pertumbuhan ekonomi melambat, defisit dan utang memayungi outlook kredit AS. Kepercayaan konsumen merosot.

Dengan tingkat pengangguran bertahan 9,1 persen, hanya 37 persen warga AS yang puas dengan kinerja ekonomi Obama, menurut jajak pendapat NBC/ Wall Street Journal, Selasa.

Obama menghadapi masalah yang dilematis: ekonomi yang lemah membutuhkan stimulasi, di sisi lain defisit yang membengkak membuat pemerintah yang harus mengetatkan ikat pinggang dan memotong pengeluaran. Sebagian besar pengamat yakin kedua masalah ini harus diselesaikan secara simultan.

Namun, Gedung Putih kesulitan mencapai kesepakatan dengan Kongres yang dikuasai Partai Republik. Hal itu terlihat dari pembahasan soal utang pemerintah yang berlarut-larut beberapa waktu lalu. (AFP/REUTERS/DWA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau