Angkutan lebaran

Penumpang KA Lebaran Turun 22,49 Persen

Kompas.com - 08/09/2011, 11:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com —Menteri Perhubungan Freddy Numberi menginformasikan, jumlah penumpang kereta api dari H-7 sampai H+7 Lebaran 2011 turun sebesar 22,49 persen dari 2,25 juta penumpang menjadi 1,75 juta penumpang.

”Secara umum, jumlah penumpang yang naik angkutan umum pada tahun 2011 naik sebesar 2,58 persen dibandingkan tahun lalu, yakni dari 13,31 juta orang menjadi 13,65 juta orang,” kata Freddy, Kamis (8/9/2011) dalam Penutupan Pos Koordinasi Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) tahun ini memang sangat ketat dalam mengangkut penumpang. Dengan sistem boarding yang diterapkan oleh PT KAI, maksimal penumpang yang diangkut hanya 150 persen dari kapasitas kereta.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengemukakan, terjadi pergeseran pola angkutan kereta api dalam Lebaran 2011 ini. ”Pada masa arus balik ini kereta tetap padat hingga H+11 tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Kereta juga dinanti karena lebih murah harga karcisnya,” katanya.

Menhub berharap supaya kapasitas kereta kembali meningkat pada tahun 2013. Itu seiring dengan pembangunan jalur rel ganda Cirebon-Semarang-Surabaya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau