Tunjangan sertifikasi

Guru Mengancam Mogok

Kompas.com - 08/09/2011, 14:58 WIB

JAMBI, KOMPAS.com -- Ribuan guru di Kota Jambi, Provinsi Jambi, mengancam akan mogok mengajar bila pemerintah tidak mempedulikan tuntutan mereka. Dalam unjuk rasa di Gedung DPRD Kota Jambi, Kamis (8/9/2011), para guru mendesak pencairan tunjangan sertifikasi yang sudah tidak dibayarkan sejak akhir tahun lalu.

"Ini akan seperti bola salju. Selama para guru tidak memperoleh kejelasan, jangan salahkan kami jika pendidikan di sekolah-sekolah jadi terbengkalai," ujar Aswin, koordinator aksi.

Dalam aksi tersebut, ada lebih dari 1.000 guru meninggalkan sekolah untuk ikut berunjuk rasa. Mereka mewakili sekitar 3.000 guru bersertifikasi yang tidak memperoleh tunjangan sejak akhir tahun 2010. Padahal, setiap guru mestinya memperoleh tunjangan Rp 2,5 juta per bulan.

Diperkirakan sekitar Rp 45 miliar untuk tunjangan bagi 3.000 guru bersertifikasi di Kota Jambi yang belum dikucurkan. Akibatnya, sejumlah guru terpaksa ngutang untuk mengatasi kesulitan keuangan keluarganya.

Guru SDN 40, Kemas Sofian mengatakan, sebagian guru tidak menyangka dana tunjangan tersendat sejak Desember 2010 hingga sekarang. Jika dijumlahkan, dana yang semestinya sudah mereka terima sebesar Rp 15 juta per orang merupakan tunjangan selama tujuh bulan, Desember 2010-Juni 2011.

Menurut Sofian, sejak dijanjikan memperoleh dana tunjangan, sebagian guru sudah memiliki alokasi dana, misalnya menyekolahkan anak ke tingkat lebih tinggi. Tersendatnya dana tunjangan ini mengakibatkan mereka terpaksa mengutang.

"Bayar sekolah atau kuliah anak pakai apa kalau uangnya tersendat. Jadi ada yang terpaksa mengutang," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau