SURABAYA, KOMPAS.com - 89.000 ton beras Impor dari Vietnam dan Thailand untuk distribusi kawasan Indonesia Timur transit di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sejak Selasa lalu.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Budi Setiawan menjamin, meski transit di Pelabuhan Tanjung Perak, beras impor tersebut tidak akan bocor untuk dikonsumsi di Jawa Timur.
'Setelah dilakukan bongkar muat, beras tersebut disegal di dalam gudang penyimpanan, dan diawasi oleh polisi dan petugas bea cukai,' katanya Kamis (8/9/2011).
Kebijakan impor beras ini merupakan kebijakan pemerintah pusat untuk daerah yang minus beras. 'Sementara Jawa Timur, produksi berasnya selalu surplus, jadi tidak mungkin akan impor beras,' tambahnya.
Cadangan beras di Jawa Timur pada tahun 2011 ini mencapai 7,6 juta ton. Sedangkan 3,6 juta ton untuk mencukupi kebutuhan sendiri dan ada surplus beras sebesar 4,2 juta ton.
Beras yang akan didistribusikan ke Papua, Palopo, Nusa Tenggara serta sebagian wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah itu akan disimpan di gudang Bulog Buduran Sidoarjo, Gudang Surabaya Selatan dan Gudang di Kediri.
Beras Impor itu diangkut menggunakan Kapal VTC Planet sebanyak 21.000 ton, kapal Sunrise 86 (21.800 ton) dan kapal Vina Ship Gold yang bermuatan 13.000 ton yang saat ini masih menunggu sandar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang