Pencairan Dana SEA Games Harus Sebelum 15 September

Kompas.com - 08/09/2011, 16:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pencairan dana SEA Games XXVI/2011 dari APBN Perubahan 2011 sebesar Rp 700 miliar harus dilakukan sebelum tanggal 15 September 2011. Jika tidak, Panitia Penyelenggara SEA Games (Inasoc) tidak mampu menyelenggarakan SEA Games karena waktu terlalu mepet.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga diminta menerbitkan Kepres/Perpres supaya panitia SEA Games dapat melakukan penunjukan langsung dalam pengadaan barang karena pelaksaan SEA Games tinggal dua bulan lagi.

Hal tersebut mengemuka dalam rapat kerja Komisi X DPR, Inasoc, dan Menpora, Kamis (8/9/2011) di Gedung DPR/MPR/DPD Senayan, Jakarta. SEA Games XXVI/2011 akan berlangsung 11-22 November di Jakarta dan Palembang.

Ketua Inasoc yang juga Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo mengatakan, apabila setelah tanggal 15 September dana baru cair, SEA Games tidak dapat terlaksana karena waktunya tidak cukup untuk pengadaan barang.

Dana tersebut sangat diperlukan untuk pembelian peralatan pertandingan, peralatan teknologi informasi, peralatan penyiaran, sarana transportasi, biaya pemesanan hotel, dan lain-lain.

"Sekarang rekening Inasoc masih nol, jadi Inasoc belum bisa melakukan apa-apa," kata Rita.

Menpora Andi Mallarangeng mengungkapkan, pihaknya terus berkomunikasi dengan Menteri Sekretaris Kabinet agar pencairan dana dapat dilakukan secepatnya dan ada payung hukum untuk melakukan penunjukan langsung.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau