Kebakaran lahan

Tuan Rumah SEA Games, Prioritas Hujan Buatan di Palembang

Kompas.com - 08/09/2011, 17:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ancaman asap kebakaran hutan dan lahan di Palembang, Sumatera Selatan, segera ditangani pemerintah sebagai persiapan menyambut SEA Games Ke-26. Hujan buatan dilakukan pada 10 September 2011.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Kamis (8/9/2011) di Jakarta, mengatakan, sebagai tuan rumah SEA Games, Palembang mendapatkan prioritas untuk penanganan kebakaran hutan.

"Operasi pemadaman kebakaran hutan/lahan ini berlangsung selama tiga bulan. Palembang terlebih dulu dilakukan hujan buatan mengingat pentingnya tuan rumah SEA Games," ujarnya saat melepas Tim Operasi Pemadaman Kebakaran Lahan dan Hutan 2011 di Base Operasi Pangkalan Utama TNI AU Halim Perdana Kusuma Jakarta.

Bersama Menko Kesra hadir pula Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Syamsul Maarif, dan pejabat lainnya.

Agung mengatakan, kebakaran lahan dan hutan sampai saat ini masih menjadi ancaman utama Indonesia, terutama pada musim kemarau. "Kebakaran tersebut telah menimbulkan kerugian yang sangat besar dan ancaman jiwa manusia, kerugian material, sosial ekonomi, serta kelestarian lingkungan," ucapnya.

Ia menunjukkan, kebakaran lahan dan hutan yang terjadi beberapa waktu ini adalah 80 persen terjadi di luar kawasan hutan dan 20 persen di kawasan hutan. Jumlah titik api, menurut data dari BMKG 31 Agustus-6 Agustus 2011, Provinsi Sumatera Selatan 401 titik api, Kalimantan Tengah 206 titik api, dan Provinsi Riau 141 titik api.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau