1.018 Kasus Kecelakaan karena Pengemudi Mengantuk

Kompas.com - 09/09/2011, 00:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam mengungkapkan, selama arus mudik Lebaran, kecelakaan lalu lintas karena pengemudi mengantuk mencapai 1.018 kasus. Data ini tercatat dalam Data Operasi Ketupat sejak 23 Agustus hingga 7 September 2011.

"Kecelakaan akibat pengemudi yang mengantuk sebanyak 1.018 kasus, kemudian karena kelayakan kendaraan sebanyak 449 kasus, dan kelayakan jalan sebanyak 387 kasus," ujar Anton dalam pesan singkat kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/9/2011).

Sementara itu, data lainnya berupa kecelakaan akibat pengemudi yang melanggar marka jalan sebanyak 340 kasus. Kecelakaan karena kecepatan kendaraan yang melewati batas sebanyak 155 kasus.

Selain akibat teknis, kata Anton, kecelakaan juga terjadi karena para pengguna kendaraan menggunakan telepon genggam saat mengemudi. Jumlah kecelakaan akibat telepon genggam ini sebesar 73 kasus.

"Kecelakaan karena pengemudi mabuk sebanyak 18 kasus. Sementara itu, karena pengemudinya sakit sebanyak 7 kasus," tuturnya.

Info lainnya seputar jumlah kendaraan arus mudik Lebaran, para pengguna sepeda motor sebanyak 4.482 unit. Pemudik yang membawa mobil berpenumpang sebanyak 865 unit. Sementara jumlah bus sebanyak 254 unit dan mobil barang sebanyak 546 unit. Jumlah kendaraan secara keseluruhan ditambah dengan 17 unit dan 116 kendaraan khusus mencapai 6.280 unit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau