Jakarta, Kompas
Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Evita H Legowo dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, di Jakarta, Kamis (8/9).
Program konversi tahun 2012 akan dilaksanakan untuk daerah yang belum terkonversi, khususnya di daerah Indonesia timur, di antaranya Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Selain itu, sasaran distribusi adalah daerah hasil penyisiran.
Evita menjelaskan, untuk subsidi tahun 2012, distribusi paket perdana elpiji 3 kilogram sebesar 800.000 paket dan isi ulang elpiji 3 kilogram sebesar 3,6 juta metrik ton.
”Hal ini sesuai kesepakatan dengan Komisi VII DPR pada 7-14 Juni 2011 dan Badan Anggaran DPR pada 23 Juni lalu,” ujarnya.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan, dalam paparan tertulisnya, menjelaskan, konversi di Indonesia timur sejumlah 300.959 paket. Penambahan paket atas permintaan pemerintah daerah dengan persetujuan Kementerian ESDM diperkirakan 500.000 paket.
Secara akumulatif, distribusi paket perdana sejak program itu diluncurkan sampai 31 Mei 2011 mencapai 50,5 juta paket dan isi ulang 6, 1 juta metrik ton. Penghematan negara dari konversi minyak tanah ke elpiji sampai 2011 mencapai Rp 32,4 triliun.
Menurut Karen, ada 9 juta paket yang telah didistribusikan pada tahun 2008-2009, tetapi belum dibayar pemerintah. Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah segera membayar tagihan atas distribusi paket itu.
Untuk tahun 2011, rencana konversi terdiri dari dua sumber. Pertama, pengalihan tahun 2010 sebesar 4,6 juta paket yang didanai dari APBN 2010. Kedua, sebanyak 3,8 juta paket rencananya bersumber dari APBN Perubahan tahun 2011 dan hingga saat ini PT Pertamina masih menunggu penugasan dari Kementerian ESDM.