Konversi minyak tanah

Pemerintah Membagikan 800.000 Paket Elpiji

Kompas.com - 09/09/2011, 05:00 WIB

Jakarta, Kompas - Sebanyak 800.000 paket perdana konversi minyak tanah ke elpiji kemasan 3 kilogram akan didistribusikan kepada masyarakat pada tahun 2012. Penyaluran paket itu difokuskan di daerah Indonesia timur.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Evita H Legowo dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, di Jakarta, Kamis (8/9).

Program konversi tahun 2012 akan dilaksanakan untuk daerah yang belum terkonversi, khususnya di daerah Indonesia timur, di antaranya Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Selain itu, sasaran distribusi adalah daerah hasil penyisiran.

Evita menjelaskan, untuk subsidi tahun 2012, distribusi paket perdana elpiji 3 kilogram sebesar 800.000 paket dan isi ulang elpiji 3 kilogram sebesar 3,6 juta metrik ton.

”Hal ini sesuai kesepakatan dengan Komisi VII DPR pada 7-14 Juni 2011 dan Badan Anggaran DPR pada 23 Juni lalu,” ujarnya.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan, dalam paparan tertulisnya, menjelaskan, konversi di Indonesia timur sejumlah 300.959 paket. Penambahan paket atas permintaan pemerintah daerah dengan persetujuan Kementerian ESDM diperkirakan 500.000 paket.

Secara akumulatif, distribusi paket perdana sejak program itu diluncurkan sampai 31 Mei 2011 mencapai 50,5 juta paket dan isi ulang 6, 1 juta metrik ton. Penghematan negara dari konversi minyak tanah ke elpiji sampai 2011 mencapai Rp 32,4 triliun.

Menurut Karen, ada 9 juta paket yang telah didistribusikan pada tahun 2008-2009, tetapi belum dibayar pemerintah. Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah segera membayar tagihan atas distribusi paket itu.

Untuk tahun 2011, rencana konversi terdiri dari dua sumber. Pertama, pengalihan tahun 2010 sebesar 4,6 juta paket yang didanai dari APBN 2010. Kedua, sebanyak 3,8 juta paket rencananya bersumber dari APBN Perubahan tahun 2011 dan hingga saat ini PT Pertamina masih menunggu penugasan dari Kementerian ESDM. (EVY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau