Pemasaran Yamaha Lexam Naik 1.500 Persen

Kompas.com - 09/09/2011, 10:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski pamor sepeda motor bebek matik (betik) di Tanah Air masih kecil tak membuat PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) hilang semangat memasarkan Lexam. Buktinya, Agustus lalu, Lexam berhasil terjual 995 unit, meroket lebih dari 15 kali lipat (1.558 persen) dibandingkan bulan sebelumnya yang cuma 60 unit.

Dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, hari ini (9/9), Yamaha mengaku lonjakan yang signifikan itu karena peningkatan produksi di pabrik dari sebelumnya hanya 500 unit menjadi 1.000 unit per bulan. Dari total jualan, Sumetera menjadi pasar terbesar menyumbang 364 unit (36,5 persen).

Yamaha berharap lonjakan penjualan Lexam pada bulan lalu menunjukkan cerahnya prospek penerimaan pasar bebek matik domestik. Betik merupakan segmen sepeda motor baru yang mengawinkan keunggulan bebek dan skuter matik (skutik). Lexam dibekali mesin 4 tak, 2 valve SOHC, berpendingin udara dengan tenaga maksimum 8,82 PS pada 8000 rpm dan torsi 8,74 Nm pada 7000 rpm. Harga on the road Jakarta Lexam adalah 16,4 juta rupiah.

"Dengan pasar otomotif yang semakin tinggi, Yamaha mau memberikan yang terbaik untuk konsumen. Lexam merupakan jawaban bagi profesional muda yang dinamis dan membutuhkan kepraktisan berkendara," ujar Indra Dwi Sunda, PR Corporate & Communication Head Yamaha Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau