Pengunduran diri

Dicky: Jadi Wabup, Saya Tak Punya Apa-apa

Kompas.com - 09/09/2011, 13:52 WIB

GARUT, KOMPAS.com — Wakil Bupati Garut Dicky Chandra angkat bicara mengenai latar belakang pengunduran dirinya. Ditemui di kantornya, Jalan Pembangunan, Garut, Jumat (9/9/2011), Dicky mengaku keputusannya telah dipikirkan secara matang.

"Dalam persoalan ini, saya tidak mau menyalahkan semua pihak, hanya persoalannya adalah sebuah perbedaan persepsi. Saya mengakui bahwa saya tidak banyak membantu Bupati Garut. Saya hanya sebagai sebuah penghalang dari setiap kebijakan Bupati," ujarnya.

"Mundurnya saya adalah murni dari hati saya yang paling dalam. Daripada saya terus bertahan, tetapi tidak sejalan dengan jiwa dan pikiran saya, untuk apa? Bupati Garut adalah orang yang bijaksana, dia juga pernah datang ke rumah saya dan memohon maaf atas apa yang dia perbuat selama ini," kata Dicky.

"Saya seharusnya yang memohon maaf, tidak dapat memegang amanah yang saya emban selama ini," ujarnya.

Dicky pun mengaku selama memegang jabatan sebagai Wakil Bupati, dirinya tak memiliki apa-apa. "Dulu, ketika sebelum menjadi Wakil Bupati, mobil saya ada beberapa. Rumah juga sama. Sekarang apa yang terjadi? Mobil tinggal satu. Rumah juga sama, tetapi tidak terurus keadaannya," kata Dicky.

Lebih jauh ia menegaskan, masa depan keluarganya ada di pundaknya. "Anak-anak masih memerlukan pendidikan yang tinggi. Kalau hal ini dibiarkan seperti ini, apa jadinya nanti?" ungkapnya.

"Saya mohon maaf sekali lagi kepada masyarakat Garut atas semua kesalahan yang kami perbuat selama ini. Bukan maksud kami seperti itu. Namun, ini adalah sebuah pilihan yang harus kami pilih," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau