Kontestan Miss Universe Kagumi Busana Nadine

Kompas.com - 09/09/2011, 14:41 WIB

KOMPAS.com - Kontestan Miss Universe 2011 antusias memeragakan busana nasional dari negaranya masing-masing di sesi pengambilan gambar, Sao Paulo Brasil, Rabu (7/9/2011) lalu. Tak terkecuali Miss Universe Indonesia 2011, Nadine Alexandra Dewi Ames. Perempuan kelahiran Inggris, 23 Mei 1991 ini memeragakan busana nasional bertema "The Beauty of Wayang Golek", di ajang kontes kecantikan bergengsi tingkat dunia ini.

Busana nasional Wayang Golek, yang dipersiapkan oleh Guruh Soekarno Persada Batik and Craft, dipakai dan dibawakan Nadine dengan elegan. Wayang golek yang merupakan produk kebudayaan Jawa Barat ini ditampilkan secara berbeda oleh Nadine, disesuaikan dengan standar busana Miss Universe. Nadine tampil menawan, seksi namun elegan, dengan menonjolkan kemegahan dan kemewahan busana yang terinspirasi dari wayang golek.

Nadine, melalui hubungan telepon via Skype bersama Mustika Ratu selaku sponsor utamanya, mengungkapkan pengalamannya. "Saya sudah menyiapkan busana nasional dan mengenakannya sejak pagi. Namun saya mendapatkan giliran pengambilan gambar pukul 21.00 (Rabu malam waktu Sao Paulo, Brasil, RED)," jelas Nadine.

Sambil menunggu giliran, Nadine memanfaatkan waktu untuk menjelaskan wayang golek -termasuk busana nasional yang dikenakannya- kepada kontestan lainnya. Para kontestan lain nyatanya memang mengagumi busana nasional yang dikenakan Nadine itu.

Sekadar informasi, pemilihan tema wayang golek ini datang dari masukan para pemerhati kontes pemilihan Miss Universe yang bergabung di komunitas Indopageants. Pihak Mustika Ratu lalu mencari desainer yang dapat merealisasikan ide tersebut menjadi busana nasional bertema wayang golek yang kini dikenakan Nadine.

Obrolan Nadine seputar kebudayaan Indonesia dengan kontestan Miss Universe pun tak berhenti di wayang golek. Kesempatan ini digunakannya untuk mengenalkan potensi wisata Indonesia. Satu di antaranya tentang Raja Ampat, yang berlokasi di provinsi Papua Barat.

"Dengan melihat busana nasional kontestan dari berbagai negara, kita bisa mengenal tentang budaya negara tersebut," ungkap Nadine.

Setelah seharian menjalankan pengambilan gambar busana nasional, Nadine mempersiapkan diri untuk tahapan preliminary. Penyuka bacaan filsafat ini mengaku siap menghadapi preliminary. "Saya yakin masyarakat Indonesia mau memberikan dukungan. Salah satunya dengan memberikan suara melalui Global Fan Vote," kata perempuan berdarah Solo ini.

Tahun ini Miss Universe memang menggunakan mekanisme pemilihan baru, yaitu dengan voting online. Warga dunia bisa memberikan dukungan kepada kontestan favorit di ajang Miss Universe melalui Global Fan Vote. Begitu pun untuk Nadine. Caranya dengan mengunjungi www.missuniverse.com, pilih Nadine dari Indonesia, lalu berikan suara dengan skor 10.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau