KEDIRI, KOMPAS.com- Stok beras yang dimiliki oleh Badan Urusan Logistik Sub Divre V Kediri hanya mampu mencukupi kebutuhan masyarakat selama dua bulan saja. Padahal institusi itu membawahi tiga kota maupun kabupaten.
Saat ini, stok yang ada di gudang bulog hanya mencapai 7.500 ton beras. Sementara jumlah yang yang harus dikeluarkan setiap bulannya mencapai 3.200 ton. Jumlah tersebut untuk memenuhi kebutuhan 217.293 RTS di Kota Kediri, Kabupaten Kediri serta Kabupaten Nganjuk.
Meskipun demikian, Wayan Budita, Kepala Bulog Sub Divre V Kediri menyerukan kepada masyarakat untuk tidak khawatir dengan minimnya stok tersebut. "Stok kita memang hanya cukup untuk dua bulan. Namun jika kurang, kita bisa koordinasikan dari Bulog daerah lain," ujar Wayan Budita, Jumat (9/9/2011).
Selain koordinasi dengan Bulog daerah lain, Wayan menambahkan, langkah yang ditempuh untuk menyelamatkan stok adalah dengan terus melakukan penyerapan gabah petani. "Saat ini beberapa daerah masih ada yang panen, misalnya Nganjuk dan Kabupaten Kediri. Meskipun jumlahnya relatif kecil," ujar Wayan.
Sementara dari pantauan Kompas.com di beberapa pasar tradisional Kota Kediri, harga beras premium ditingkat pengecer mulai merangkak naik. "Beras IR 64 sekarang Rp 7.500, asalnya Rp 7.300. Bramo sekarang Rp 8.000, asalnya Rp 7.600," kata Kasmuning, seorang pedagang di pasar besar Setono Bethek.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang