Sea games 2011

Dana SEA Games Tergantung Kemenpora

Kompas.com - 10/09/2011, 11:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pencairan dana dari APBN 2011 dan APBN Perubahan 2011 untuk penyelenggaraan SEA Games di Jakarta dan Palembang sangat tergantung pada kerja keras Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam memenuhi seluruh persyaratannya.

Saat ini, Kementerian Keuangan sudah menyiagakan dana Rp 600 miliar dari APBN 2011 dan Rp 700 miliar dari APBN Perubahan 2011 (APBN-P 2011) untuk SEA Games, tetapi masih menunggu seluruh persyaratan terpenuhi.

"Yang perlu ditegaskan adalah bola ada di Kemenpora. Dana yang ada itu tidak lagi untuk membiayai pembangunan venue, tetapi hanya untuk penyelenggaraan dan pembelian alat olahraga," ujar Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Herry Purnomo di Jakarta, Sabtu (10/9/2011).

Menurut Herry, anggaran untuk pembangunan venue seluruhnya sudah dicairkan lebih dahulu karena dananya berasal dari APBN 2010. Sayangnya, dana itu kemungkinan besar tersangkut kasus korupsi yang diduga melibatkan Nazaruddin.

"Adapun dana yang masih tersisa, baik yang Rp 600 miliar dari APBN 2011 maupun yang Rp 700 miliar dari APBN-P 2011 hanya untuk penyelenggaraan seperti honor panitia, keperluan upacara pembukaan, hingga anggaran pembelian alat olahraga, termasuk alat yang diimpor," ujarnya.

Herry menegaskan, untuk mencairkan dana APBN 2011 sebesar Rp 600 miliar, Kemenpora tidak perlu menyetorkan dokumen persyaratan administrasi lagi.

Akan tetapi, Kemenpora wajib memenuhi salah satu persyaratan Keputusan Presiden Nomor 54/2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, yakni harus ada tender pada pengadaan alat olahraganya.

"Masalahnya, kalau ada tender, ini sudah tidak cukup waktu lagi sehingga perlu ada pengecualian dalam pengadaan alat olahraga, agar tidak perlu tender. Nah, kewenangan (untuk membebaskan tender) itu tidak ada di Kementerian Keuangan, tetapi di Presiden," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau