Penelitian

Pil KB Mempengaruhi Memori

Kompas.com - 10/09/2011, 13:26 WIB

KALIFORNIA, KOMPAS.com - Sebuah hasil penelitian University of California, Kampus Irvine (UCI), Amerika Serikat, menemukan bahwa perempuan yang menggunakan kontrasepsi pil Keluarga Berencana (KB) mengalami perubahan memori.

Kemampuan mereka untuk mengingat inti dari suatu peristiwa emosional membaik, sementara wanita yang tidak menggunakan alat kontrasepsi lebih baik mempertahankan detail suatu peristiwa. Namun peneliti menegaskan bahwa pil KB tidak merusak memori.

"Apa yang paling menarik dari studi ini adalah bahwa penggunaan kontrasepsi hormonal mengubah memori ," kata peneliti Pascasarjana UCI, Shawn Nielsen, seperti dirilis Sciencedaily, Jumat (9/9/2011) waktu setempat atau Sabtu (10/9/2011) WIB.

"Hanya ada sedikit studi yang menguji efek kognitif dari pil. Padahal lebih dari 100 juta wanita di seluruh dunia menggunakan pil KB," tambahnya.

Nielsen menekankan bahwa obat tidak merusak memori. "Pil KB mengubah jenis informasi yang mereka ingat, tidak defisit," katanya.

Perubahan tersebut masuk akal, kata Nielsen, yang bekerja dengan ahli neurobiologi Larry Cahill, karena kontrasepsi menekan hormon seks seperti estrogen dan progesteron untuk mencegah kehamilan. Hormon-hormon tersebut dikaitkan dengan memori yang kuat dari otak kiri perempuan seperti ditemukan oleh kelompok riset Cahill.

"Ini temuan baru, mungkin mengejutkan bagi sebagian orang, tapi itu hasil alami dari penelitian perbedaan jenis kelamin yang kami telah lakukan selama 10 tahun," kata Cahill.

"Larry Cahill sudah dikenal untuk penelitian fenomenal menghubungkan jenis kelamin ke memori," kata Pauline Maki, profesor psikiatri dan psikologi di University of Illinois di Chicago, yang mengkhususkan diri dalam memori dan fungsi otak.

Dalam studi tersebut, kelompok-kelompok perempuan baik di kelompok yang diberik kontrasepsi atau kelompok perempuan yang mengalami siklus hormon alami, ditunjukkan foto dari seorang ibu, anaknya, dan kecelakaan mobil.

Narasi audio yang berbeda, beberapa di masing-masing kelompok diberitahu mobil itu menghantam trotoar, sementara yang lain diberi tahu mobil telah menabrak anak itu dan melukainya hingga kritis. Satu minggu kemudian, semua perempuan yang diteliti tersebut diberi tes mengejutkan tentang apa yang mereka ingat.

Perempuan yang menggunakan kontrasepsi hormonal untuk sedikitnya satu bulan, mengingat lebih jelas langkah-langkah utama dalam peristiwa traumatik -bahwa telah terjadi kecelakaan, bahwa anak telah dilarikan ke rumah sakit, para dokter bekerja untuk menyelamatkan hidupnya dan kakinya berhasil disambungkan. Perempuan yang tidak menggunakan kontrasepsi ingat lebih detail perstiwa, seperti adanya hidran di samping mobil.

Nielsen dan peneliti lainnya, Nicole Ertman, setuju temuan ini dapat membantu mengarah pada jawaban yang lebih lengkap tentang mengapa perempuan mengalami sindrom pascastress traumatis lebih sering dibandingkan lak-laki, dan bagaimana laki-laki mengingat hal yang berbeda daripada perempuan.

Laki-laki biasanya lebih mengandalkan belahan otak kanan untuk mengkodekan memori. Mereka mempertahankan inti dari hal-hal yang lebih baik dari rincian. Perempuan mengkonsumsi pil KB, yang memiliki tingkat hormon reproduksi perempuan lebih rendah, mungkin ingat peristiwa emosional yang sama dengan laki-laki. (*/BUR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau