MALANG, KOMPAS.com - Kongres Arema (Arek Malang) digelar di GOR Ken Arok Kota Malang, Sabtu (10/9/2011) ini dihadiri ribuan warga Arema dari pelbagai daerah di Indonesia, bahkan luar negeri.
Arema pada kongres ini tidak mengacu pada klub sepak bola Arema maupun Aremania (suporter Arema), tetapi Arema dalam arti Arek Malang secara keseluruhan.
Mereka yang datang adalah ereka yang merasa jadi Arek Malang baik karena lahir, tinggal maupun pernah tinggal di Malang. Juga mereka yang secara emosional punya hubungan dengan Malang. M elibatkan Arek Malang dalam lintas aspek dan lintas area.
Kongres yang baru pertama kali digelar ini, bertujuan untuk memperkuat persaudaran dan membangun jejaring sosial komunitas Arek Malang lintas area dan lintas aspek. Tampak hadir Arema Kupang, Arema Batavia, Arema Borneo, Arema Kalsel, Arema Mekah.
Dalam kongres, dibahas bagaimana menjadi komunitas Arema ini berada dalam satu jejaring gerakan sosial dan moral. Yang mampu memberikan kontribusi bagi kemanusiaan dan masyarakat.
Hadir sebagai pembicara antara lain pentolan Arema Batavia Anto Baret, Husnun N Juraid, jurnalis senior Malang, arkeolog Universitas Negeri Malang, Dwi Cahyono , guru besar Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Ibnu Tricahyo.
"Komunitas Arema ini potensi besar. Bahkan di Jakarta saya pernah diundang komunitas Arema kewut (tua). Mereka punya semangat mengembangkan potensi Arema. Tidak hanya keguatan yang bersifat insidental," kata Ibnu Tricahyo.
Sebagian peserta berada di dalam GOR untuk mengikuti pembicaran dalam kongres. Tetapi ribuan lainnya memilih di luar GOR. Ada yang mendengarkan band indie, main atraksi sepada motor. Sebagian besar melakukan konvoi sehingga memacetkan sejumlah ruas jalan di Kota Malang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang